Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

ASN  Pemkot Tarakan Tiap Kamis Wajib Pakai Batik, Sekda Berharap Diikuti BUMN dan Perusahaan Swasta

Pemkot Tarakan menghidupkan produk batik khas Tarakan, setiap hari Kamis ASN wajib menggunakan batik, di Kota Tarakan Provinsi Kaltara.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Momen pagelaran batik oleh Dharma Wanita Persatuan pada Sabtu (19/6/2021) lalu. Usai kegiatan berfoto bersama dan penyerahan cenderamata. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Wujud komitmen Pemkot Tarakan menghidupkan produk batik khas Tarakan, setiap hari Kamis ASN wajib menggunakan batik.

Untuk surat edaran sudah pernah dikeluarkan Wali Kota Tarakan dr Khairul. Bahkan terbaru disampaikan Sekda Pemkot Tarakan, Hamid Amren, selain pakaian kerja menggunakan batik Tarakan, juga diwajibkan menggunakan ikat kepala.

"Ini akan diberlakukan mulai 1 Juli. Jadi setiap Kami nanti akan memakai batik dan singel," beber Hamid Amren.

Baca juga: Gelar Lomba Cipta Karya Busana Kembaran Batik Tarakan, Ini Harapan Ketua PKK Tarakan Siti Rujiah

Lebih lanjut dibeberkan Hamid Amren, dengan kewajiban ASN tentu berdampak pada daya beli dan akan menumbuhkan produksi UMKM batik.

"Karena ada pembelinya. Ini dukungan pemerintah. Kalau ikat kepalanya disiapkan sendiri beli mandiri agar ekonomi tumbuh. Sudah masuk di edaran. Dan sudah disebarkan setiap Kamis harus dipakai," ujarnya.

Ia juga berharap selain instansi pemerintahan, juga instansi vertikal, BUMD, BUMN dan swasta juga ikut memakai batik setiap Kamis.

Baca juga: Manfaatkan Teknologi Digital, Bank Indonesia Komitmen Bantu Pasarkan Produk Batik Asal Tarakan

"Kalau instasi vertikal provinsi yang ada di Tarakan bisa juga ikut menggunakan. Saya kira akan banyak permintaan dan berdampak memacu pertumbuhan ekomoni lewat Batik Tarakan," ujarnya.

Bentuk dukungan lainnya tambah Hamid Amreen, seringnya digelar ajang lomba fashion bertema batik khas Tarakan. Seperti belum lama ini digelar DWP Tarakan. Menurutnya pagelaran fashion shoe batik adalah ajang promosi.

"Batik ini walaupun cukup bagus baik, menarik kalau tidak dipromosi orang tidak tahu. Jadi harus sering dipromosi dengan berbagai even. Bulan lalu juga sudah dipromosi dengan salah satu majalah di Jakarta," urainya.

Proses pewarnaan batik menggunakan teknik coledan yang dilakukan Sonny Lolong, salah satu pengrajin batik di Kota Tarakan
Proses pewarnaan batik menggunakan teknik coledan yang dilakukan Sonny Lolong, salah satu pengrajin batik di Kota Tarakan (TRIBUNKALTIM.CO/HO SONNY LOLONG)

Tentunya bukan hanya bentuk kegiatan seperti fashion show lanjutnya. Masih banyak konsep kegiatan lain yang bisa digagas. Dalam rangka mengembangkan batik Tarakan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved