Berita Tarakan Terkini
Harap Tak Ada Klaster Baru, Satgas Covid-19 Lakukan Screening Peserta Rapat Kerja APEKSI di Tarakan
Untuuk mencegah adanya klaster baru di tengah pandemi Covid-19, Satgas Covid-19 Tarakan melakukan screening kepada peserta Raker APEKSI.
Penulis: Andi Pausiah | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Terkonfirmasi total sekitar 147 peserta yang ikut dalam rombongan tujuh kepala daerah menghadiri kegiatan Raker Komwil V APEKSI Regional Kalimantan pada Kamis (24/6/2021) hari ini.
Ratusan peserta tersebut berada dalam satu ruangan. Sehingga untuk menghindari potensi penularan Covid-19 Kota Tarakan, Tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Tarakan melakukan swab antigen kepada peserta APEKSI Regional Kalimantan.
Baca juga: Bantu Pemulihan Ekonomi, APEKSI Regional Kalimantan Akan Usulkan 10 Rekomendasi ke Pemerintah Pusat
Dibeberkan Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan, dr Devi Ika Indriarti, seluruh peserta yang merupakan pelaku perjalanan via udara sudah dilakukan screening ketat di pintu masuk Bandar Udara Juata Tarakan.
Pemeriksaan terhadap kelengkapan berkas kesehatan dilakukan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tarakan.
"Mereka juga sudah melakukan swab antigen sebelum datang, sehingga dapat dipastikan dalam kondisi sehat," ujar dr Devi Ika Indriarti.
Meskipun demikian, Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tarakan sesuai tupoksinya tetap melakukan tracing dan testing secara acak atau random sampling di sekitar lokasi acara.
Screening dilakukan dengan cara swab rapid antigen dimana rapid antigen memiliki keakuratan hingga 85 persen.
“Ini sebenarnya dilakukan skrining kesehatan, sekaligus untuk syarat perjalanan ke kota asal dengan menggunakan swab antigen.
Kalau masuk Tarakan otomatis sudah dilakukan pemeriksaan, jadi belum tentu dia positif, kecuali ada gejala batuk, demam, dan pilek. Yang datang ke sini dalam kondisi sehat tidak ada keluhan,” terang dr Devi Ika Indriarti, kepada TribunKaltara.com, Kamis (24/6/2021).
Lebih lanjut dibeberkan dr Devi, jika misalnya dalam skrining swab antigen ditemukan yang positif akan dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction), untuk memastikan hasilnya.
“Yang jelas mereka melakukan protokol kesehatan, skrining pertama sudah dilakukan oleh KKP. Dan untuk melihat suatu penyakit, biasanya kalau bener-bener terpapar hari ke-5 baru bisa dipastikan. Inikan mereka baru beberapa hari di Tarakan, ada yang baru sehari,” ujar dr. Devi.
Sebelumnya sempat tersiar kabar bahwa ada satu peserta terkonfirmasi positif Covid-19. Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Tarakan yang juga Wali Kota, dr. Khairul membantah jika ada kabar yang menyebutkan bahwa ada salah satu peserta Raker Apeksi yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Ia meluruskan, kegiatan screening yang dilakukan Tim Satgas di area kegiatan APEKSI adalah skrining yang dilakukan hanya sebagai salah satu syarat bagi pelaku perjalanan yang akan kembali ke daerahnya masing-masing.
Baca juga: Rakerwil APEKSI Regional Kalimantan di Tarakan, Usung Tema Pemulihan Ekonomi Masa Pandemi Covid-19
“Itu orang mau pulang besok, mau pulang naik pesawat, makanya swab lagi bukan karena adanya klaster. Mereka ke sini sudah swab semua,” tegas dr Khairul.
Screening dilakukan petugas di area bawah tangga hotel dilengkapi APD sebagai standar pemeriksaan kesehatan bagi pelaku perjalanan.
(*)
Penulis: Andi Pausiah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/aktivitas-screening-di-area-kegiatan-apeksi-regional-kalimantan.jpg)