Breaking News:

Virus Corona

Selama Pandemi Penjualan Obat Disfungsi Ereksi di AS Laris, Pria Penyintas Covid-19 Potensi Alami DE

Hasil penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh, selama pandemi Covid-19 terjadi lonjakan penjualan obat Disfungsi Ereksi (DE) di Amerika.

Editor: Sumarsono
Freepik.com
Ilustrasi 

TRIBUNKALTARA.COM – Hasil penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburgh, selama pandemic Covid-19 terjadi lonjakan penjualan obat Disfungsi Ereksi (DE) di Amerika Serikat.

Jenis obat DE yang paling laku adalah tadalafil, yang dipasarkan sebagai Cialis di Amerika Serikat (AS) selama setahun terakhir.

Mengapa obat disfungsi ereksi ini laris di masa pandemi?

Laporan dari Cleveland Clinic pertengahan April lalu menyebutkan tiga faktor yang berpotensi menyebabkan DE pada pria yang pernah terinfeksi atau penyintas Covid-19:

Baca juga: Mengonsumsi Wortel Bisa Tingkatkan Stamina Pria, Perbaiki Kualitas Sperma dan Lebih Tahan Lama

Pertama, efek vascular.

Fungsi ereksi merupakan prediktor penyakit jantung, sehingga bisa diketahui sistem vaskuler dan sistem reproduksi saling berhubungan.

Virus Corona dapat menyebabkan hiperinflamasi di seluruh tubuh, terutama di jantung dan otot di sekitarnya.

Pasokan darah ke penis bisa tersumbat atau menyempit akibat kondisi pembuluh darah baru atau yang memburuk akibat virus ini.

Kedua, dampak psikologis.

Aktivitas seksual erat kaitannya dengan kesehatan mental. Stres, kecemasan, dan depresi yang disebabkan oleh virus dan pandemi dapat dikaitkan dengan disfungsi seksual dan suasana hati yang buruk.

Baca juga: Covid-19 Varian Delta Telah Bermutasi Jadi Delta Plus, Benarkah Varian Baru Ini Lebih Cepat Menular?

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved