Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Bolehkah Vaksin Covid-19 Dosis Pertama & Kedua Beda Merek? Simak Penjelasan Kadis Kesehatan Malinau

Berikut ini merupakan penjelasan Kadis Kesehatan Malinau John Felix Rundupadang soal pemberian vaksin Covid-19 pertama dan kedua.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau, John Felix Rundupadang saat ditemui seusai pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (7/7/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Sejak akhir Juni 2021, vaksinasi Covid-19 massal kerap digelar di wilayah Kalimantan Utara, termasuk Kabupaten Malinau.

Vaksinasi Covid-19 massal di Malinau diperuntukkan sebagai langkah percepatan vaksinasi dan terbuka untuk umum.

Ada 2 merek vaksin Covid-19 yang umumnya digunakan dalam kegiatan vaksinasi di Malinau, yakni vaksin Sinovac dan AstraZeneca

Baca juga: Vaksinasi Massal Tidak Taat Protokol Kesehatan, Polres Nunukan: Kami Sudah Setting, Tidak Begini

Lantas, bolehkan sasaran yang telah menerima dosis pertama dan akan menerima dosis ke dua dengan merek vaksin Covid-19 yang berbeda?

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Malinau, John Felix Rundupadang menjelaskan penggunaan vaksin berbeda merek tidak dianjurkan.

Menurutnya, masing-masing merek vaksin memiliki spesifikasi yang berbeda.

"Harus tetap sama. Contohnya di Malinau merek Sinovac dan AstraZeneca. Kalau dosis pertama Sinovac harus lanjut Sinovac dan kalau AstraZeneca dosis ke dua harus sama," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Rabu (7/7/2021).

Selain itu, rentang waktu antara dosis pertama dan ke dua masing-masing merek juga berbeda. Untuk Sinovac jeda waktu 28 hari dan AstraZeneca sekira 3 bulan.

Selain itu, tiap merek menurutnya punya pemicu kekebalan yang berbeda. Dosis pertama sebagai pemicu kekebalan, dan dosis ke dua memperkuat antibodi.

"Tiap merek punya karakteristik khusus, sebagai komponen pemicu kekebalan tubuh, pengenalan antibodi virus. Sedangkan dosis ke dua sebagai booster dosis pertama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved