Breaking News:

Opini

Pengendalian Covid-19, Akankah Situasi ini Terus Berlangsung?

MEREBAKNYA wabah pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) mendorong saya menulis artikel di SKH Tribun Kaltim dua kali dalam kurun waktu seminggu.

Editor: Sumarsono
DOK/PRIBADI
Dr. Moh. Jauhar Efendi,M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Provinsi Kaltim 

Berbagai upaya untuk mencegah dan menangani wabah pandemi covid-19 telah dilakukan, baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Termasuk juga Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa dan Pemerintah Kelurahan. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan.

Imbauan dan langkah-langkah persuasif juga telah dilakukan. Begitu juga langkah-langkah pemberian sanksi, baik sanksi sosial, seperti kerja bhakti membersihkan tempat pemakaman umum, menghafal Pancasila dan lain-lain, bagi orang yang melanggar tidak memakai masker.

Begitu juga kepada orang yang menimbulkan kerumunan, pemberian sanksi pidana melalui sidang pengadilan juga telah dilakukan.

Kebijakan penyekatan untuk mengurangi mobilitas orang pun dilakukan. Vaksinasi juga sudah dilakukan, walaupun belum semuanya.

Ada yang sudah menerima vaksin dua kali (tuntas), tetapi ada juga yang baru satu kali. Tetapi laju pertumbuhan kasus terkonfirmasi covid-19 justru semakin meningkat.

Bahkan dalam beberapa kasus, yang sudah menerima vaksin dua kali juga banyak terkonfirmasi positif covid-19.

Dalam jangka panjang tentu saja wabah pandemi covid-19 dapat mengakibatkan runtuhnya sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Sudah banyak para pekerja yang di PHK, sehingga menambah jumlah pengangguran. Daya beli masyarakat menurun, karena aktifitas ekonomi juga mengalami penurunan.

Pendapatan Negara dan Pendapatan Daerah mengalami penurunan. Pemasukan dari sektor pajak dan retribusi tidak mencapai target.

Kinerja ekspor juga mengalami pelambatan. Anggaran Pemerintah pada semua tingkatan dilakukan refokusing.

Biaya untuk kegiatan pembangunan banyak dikurangi, karena dananya dipakai untuk penanganan covid-19.

Ratusan dokter spesialis dan dokter umum banyak yang berguguran. Ribuan paramedis juga banyak yang tumbang menghadap Sang Pencipta.

Demikian juga warga masyarakat, baik yang berusia muda, apalagi yang berusia lanjut menemui ajalnya.

Di beberapa daerah, Rumah Sakit sudah tidak mampu menampung pasien covid-19. Kota Balikpapan, Kota Bontang dan Kabupaten Berau, per tanggal 12 Juli sampai dengan tanggal 20 Juli 2021 diterapkan PPKM Darurat.

Di beberapa daerah di luar Kaltim, bahkan terjadi kelangkaan tabung oksigen. Varian virus covid-19, semakin ganas dan menggila. Varian delta cepat menyerang. Tetapi juga cepat sembuh, manakala kekebalan tubuh kita cukup kuat.

Akankah situasi ini terus berlangsung? Upaya fisik atau ikhtiar sudah dilakukan, tetapi hasilnya, covid-19 masih belum terkendali. Bahkan, semakin menjadi-jadi seakan tidak terkendali.

Mari kita membersihkan diri. Mari kita merenungkan diri. Mari kita bercermin diri dan menghitung diri. Mari kita instrospeksi diri kita masing-masing.

Sudahkah kita memberikan manfaat kepada sebanyak-banyaknya orang. Saatnya tingkatkan amal dan kebajikan kita.

Mari kita bersimpun diri, memohon ampunan dan memohon lindungan-Nya, agar wabah pandemi covid-19 segera enyah dari Bumi Etam Kalimantan Timur, dan seluruh ummat manusia diberikan kekuatan dan kesehatan. Aamiin.  (*)

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved