Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Realisasi Dana Alokasi Khusus Fisik Rendah, DJPb Kanwil Kaltara Beber Penyebabnya

Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) atau DAK Fisik dari APBN di Kaltara pada Triwulan II 2021 terbilang rendah. Berikut alasannya.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Kakanwil DJPb Kaltara, Indra Soeparjanto (tengah) saat menyampaikan konferensi pers APBN di Kaltara pada Triwulan II 2021, Selasa (13/7/2021). 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) atau DAK Fisik dari APBN di Kaltara pada Triwulan II 2021 terbilang rendah.

Di mana realisasi DAK Fisik sebesar Rp66.950.000.000 atau baru 10,43 Persen dari pagu anggaran sebesar Rp641.940.000.000.

Rendahnya realisasi DAK Fisik diakibatkan masih banyaknya proyek yang masih dalam tahap pengadaan atau lelang.

Baca juga: Pemerintah Berikan Perpanjangan Waktu Penyampaian Dokumen DAK Fisik, Pemda Diminta Serius

Selain itu, masih banyak proyek yang masuk dalam proses administrasi serta pra-review dari Aparat Pengawas Internal Pememerintahan atau APIP.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kaltara, Indra Soeparjanto, dalam konferensi pers di Kantor DJPb Kaltara, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Bakal Dievaluasi, Realisasi Penyerapan Dana Alokasi Khusus Fisik Tarakan Paling Rendah di Kaltara

"Memang masih rendah karena beberapa masih dalam proses pengadaan," ujar Kakanwil DJPb Kaltara, Indra Soeparjanto.

"Dan juga masih dalam proses administrasi karena ada pra-review dari APIP, jadi hanya beberapa yang sudah diserahkan," tambahnya.

Kepala KPPN Tanjung Selor Darius Tarigan menghadiri Rapat koordinasi yang diselenggarakan BPKAD Provinsi Kalimantan Utara pada Senin (22/03/2021) di Kantor Gubernur Kaltara.
Kepala KPPN Tanjung Selor Darius Tarigan menghadiri Rapat koordinasi yang diselenggarakan BPKAD Provinsi Kalimantan Utara pada Senin (22/03/2021) di Kantor Gubernur Kaltara. (HO/KPPN Tanjung Selor)

Beberapa proyek yang masih dalam tahapan lelang diantaranya pembangunan jalan Long Semamu-Long Bawan di Malinau.

Lebih lanjut Indra menjelaskan, bila beberapa proyek realiasi anggarannya masih di bawah 40 Persen, lantaran kendala fisik, kerusakan alat hingga harus mendatangkan material dari luar Kalimantan.

Baca juga: Selewengkan Anggaran Desa, 2 Oknum Kades di Kabupaten Malinau Kaltara Dibui, Kejari Beri Peringatan

"Ada beberapa proyek yang realisasi anggrannya masih kurang dari 40 Persen, ini karena kendala fisik, kerusakan alat, kekurangan tenaga kerja, dan bahan material yang harus didatangkan kembali dari luar Kalimantan," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved