Breaking News:

Perbatasan RI Malaysia

Tenaga Kesehatan Jadi Kendala di Perbatasan RI-Malaysia, DPRD Malinau Usul Pengadaan Nakes Kontrak

Ketua DPRD Malinau Ping Ding mengusulkan adanya pengadaan tenaga kesehatan tambahan di Malinau pada pengadaan CPNS dan PPPK tahun ini.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Tim Nakes RSP Long Ampung berangkat ke Kecamatab Kayan Selatan untuk membantu penanganan pasien yang diduga terpapar Covid-19 di wilayah Apau Kayan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Isu kesejahteraan dan pelayanan kesehatan tenaga kesehatan kembali menjadi sorotan setelah meningkatnya kasus suspek Covid-19 di wilayah Apau Kayan.

Data terbaru Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau, kasus suspek Covid-19 di Kecamatan Apau Kayan kini mencapai angka 591 orang.

Baca juga: Update Kasus Suspek Apau Kayan jadi 591 Orang, Tersebar 6 Kecamatan di Perbatasan RI-Malaysia

Suspek Covid-19 di wilayah perbatasan RI-Malaysia tersebut tersebar di wilayah kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Kayan Selatan, Sungai Boh dan Pujungan.

Sebelumnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau telah memberangkatkan 8 tenaga kesehatan, disusul 18 Nakes dari Provinsi Kaltara dikarenakan kurangnya tenaga kesehatan di wilayah tersebut.

Ketua DPRD Malinau, Ping Ding menyampaikan kondisi saat ini menunjukkan pentingnya tambahan tenaga kesehatan di wilayah perbatasan RI-Malaysia

"Dukungan penanganan Covid-19 harus diberikan khususnya kesiapan tenaga kesehatan. Apalagi kemarin juga ada Nakes yang ikut terpapar di sana," ujarnya, Senin sore (12/7/2021).

Tambahan tenaga kesehatan menurutnya adalah satu-satunya solusi mengatasi kekurangan SDM di bidang pelayanan kesehatan.

Berdasarkan pengumuman CASN 2021, tidak ada formasi tenaga kesehatan yang dibuka baik CPNS maupun PPPK untuk Kabupaten Malinau.

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Bupati Wempi Wajibkan Pejabat Tes Antigen Usai Kunjungan ke Apau Kayan

Meningkatnya kasus suspek Covid-19 di wilayah Apau Kayan menjadi evaluasi untuk seluruh pihak terkait pentingnya SDM pelayanan kesehatan di perbatasan.

"Kita dorong itu, jika memang tenaga kesehatan kurang ambil tenaga kesehatan yang saat ini mungkin belum terakomodir. Kami sudah sampaikan ke Bupati terkait rincian kebutuhan tersebut," ungkapnya.

(*)

Penulis : Mohammas Supri

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved