Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Kasus Covid-19 Melonjak, Bupati Bulungan Syarwani Siapkan Tempat Tidur Tambahan di Puskesmas

Untuk mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19 yang dirawat, Bupati Bulungan Syarwani siapkan tempat tidur tambahan di Puskesmas.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Bupati Bulungan, Syarwani saat ditemui di Pelabuhan Speedboat Kayan II, Rabu (14/7/2021). (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Kasus Covid-19 di Bulungan terus mengalami lonjakan.

Dari sebelumnya bertambah 9 Kasus pada Senin lalu, maka pada Selasa kemarin tambahan kasus Covid-19 mencapai 104 Kasus, menjadikan jumlah kasus aktif mencapai 933 Orang.

Penambahan kasus ini, terjadi di tiga kecamatan yang masuk dalam zona merah kasus Covid-19 di Bulungan yakni, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Tanjung Palas dan Tanjung Selor.

Baca juga: PPKM Mikro di Nunukan Diperpanjang, Bupati Asmin Laura Sebut Swab Bagi Pelanggar Prokes

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, akan menyiapkan tempat tidur atau bed tambahan di beberapa Puskesmas, yakni di Puskesmas Tanjung Palas dan Puskesmas Tanjung Selor.

"Tanjung Selor, Tanjung Palas, Tanjung Palas Utara, memang ada penyiapan ruang isolasi ada yang ditambah, minimal ini jadi penyangga sementara untuk cadangan," ujar Bupati Bulungan Syarwani, Rabu (14/7/2021).

"Jadi tidak semua langsung ke rumah sakit, sementara penambahan itu baru di tiga kecamatan itu.

Saat ini kapasitasnya kalau di Tanjung Palas Utara itu ada 5, Tanjung Palas ada 4, itu sangat minim makanya kita akan siapkan bed tambahan," terangnya.

Adapun untuk Puskesmas Tanjung Selor, Bupati Bulungan Syarwani telah memerintahkan pihak Dinkes Bulungan untuk mengubah salah satu ruang penanganan gizi sebagai ruang isolasi.

"Termasuk di Puskesmas Tanjung Selor itu kita siapkan di ruang penanganan gizi itu ada gedung di sebelahnya itu nanti kita siapkan," katanya.

Tak hanya menambah bed di Puskesmas, Bupati Bulungan Syarwani juga akan memperketat pintu masuk di desa-desa yang menerapkan PPKM Mikro.

Dirinya juga telah memerintahkan rumah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri agar ditempelkan stiker, supaya tidak ada tetangga yang datang menjenguk.

Baca juga: Covid-19 di Bulungan Meningkat jadi 4.452 Kasus, Bupati Minta Optimalkan Posko PPKM Mikro di Desa

"Memang kemarin tidak semua penerapan PPKM Mikro di Desa berjalan efektif, tapi dengan tambahan kasus, ini bisa jadi momentum dan kesadaran untuk memperketat PPKM Mikro di Desa, saya juga telah perintahkan Camat untuk memperketat pengawasannya," ucapnya.

"Kami juga perintahkan rumah yang isolasi mandiri dilabelling, supaya orang datang berpikir ulang, karena kadang orang sakit itu dijenguk keluarganya, tetangganya," katanya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved