Berita Nunukan Terkini
Curhat Motoris Perahu Kelotok Nunukan-Sebatik, Penumpang Sepi, Harga Solar Naik
Samsul (32), warga Kecamatan Sebatik Barat, Nunukan, Kalimantan Utara, mengaku pendapatannya berkurang akibat sepi penumpang dan harga solar naik.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: Cornel Dimas Satrio
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Curhat motoris perahu kelotok, rute Nunukan-Sebatik, Kalimantan Utara, mengaku pendapatannya berkurang akibat sepi penumpang dan harga solar naik.
Samsul (32), warga Desa Mantikas, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, sudah setahun menggeluti pekerjaan sebagai seorang motoris perahu Resota Jaya.
Ia melayani penyeberangan penumpang pulang-pergi Nunukan-Sebatik, Kalimantan Utara.
Saat ditemui sedang menunggu penumpang di Pelabuhan Feri Sei Jepun, Samsul mengaku hampir sebulan ini penumpang Nunukan-Sebatik maupun sebaliknya terbilang sepi.
"Biasanya bolak-balik dua sampai tiga kali, tapi hampir sebulan ini hanya sekali bolak-balik. Kalau normal saya bisa muat penumpang sekali berangkat ke Sebatik 18 orang, belum lagi motor. Sekarang ini kadang 9 orang. Pagi tadi 6 orang sama 4 motor saja," kata Samsul kepada TribunKaltara.com, Jumat (16/07/2021), pukul 12.00 Wita.
Diketahui, harga tiket Nunukan-Sebatik maupun sebaliknya sebesar Rp23 ribu per orang.
Sementara, jika penumpang membawa motor dikenakan biaya Rp35 ribu per motor.
Menurut bapak 3 anak itu, jarak tempuh Nunukan-Sebatik sekira 20 menit. Jenis bahan bakar minyak (BBM) solar yang dihabiskan yakni 3 liter per harinya.
Harga solar per liter, kata Samsul naik dari sebelumnya Rp7 ribu menjadi Rp8.500.
"Harga solar naik, ada yang jual satu liter Rp7.500. Ada juga yang Rp8.500," ucapnya.
Baca juga: Penumpang Sepi, Dua Speedboat Berangkat Pagi Tak Beroperasi, Berikut Jadwal Rute Nunukan-Tarakan
Samsul menuturkan, sebelum kasus Covid-19 di Nunukan meningkat, ia bisa mendapat Rp400 ribu per hari.
Tapi saat ini, hanya Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per hari yang dia dapatkan.
"Sekarang dapat sehari Rp200 ribu saja sudah syukur. Itu masih kotor.
Bersihnya dapat Rp100 ribu saja per hari. Saya setor uang kepada orang yang punya perahu per minggu," ujarnya.
Samsul menduga, sepinya penumpang akibat meningkatnya pasien positif Covid-19 hingga puluhan kasus per harinya.
Sehingga, membuat orang jadi khawatir untuk bepergian ke luar rumah.
Sekadar diketahui per hari Kamis (15/07/2021), kasus konfirmasi Covid-19 di Nunukan bertambah 51 pasien. Sehingga total pasien yang dirawat yakni 584 orang.
Hal serupa disampaikan oleh Pengawasan Keselamatan Pelayaran, Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, Amir, jumlah perahu kelotok yang beroperasi pulang-pergi Nunukan-Sebatik, mulai pagi hingga siang tadi hanya 8 perahu.
Tercatat jumlah perahu kelotok yang beroperasi pulang-pergi Nunukan-Sebatik sebanyak 16 perahu.
"Biasanya setengah hari saja sudah belasan perahu yang bolak-balik. Dari pagi tadi sampai siang ini hanya 8 perahu yang beroperasi.
Untuk penjagaan hanya sampai pukul 16.00 Wita. Tapi biasanya ada penumpang yang carter perahu malam hari," tutur Amir saat ditemui di sela aktivitasnya mengecek daftar penumpang.
Baca juga: Jadwal Speedboat Jumat 16 Juli 2021, Rute Tarakan, Nunukan dan Bunyu
Amir menyampaikan, untuk sementara jadwal Kapal Feri yang melayani penumpang rute Nunukan-Tarakan, tidak ada.
"Kapal Feri trouble dari tanggal 9 Juli. Saat ini masih perbaikan di Juwata Laut, Tarakan," ungkapnya.
(*)
Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com
Follow Twitter TribunKaltara.com
Follow Instagram tribun_kaltara
Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/perahu-kelotok-pelabuhan-feri-sei-jepun-nunukan-16072021.jpg)