Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Orang Miskin Kaltara Jadi 52.860 Jiwa, Beras Penyumbang Terbesar Garis Kemiskinan

jumlah penduduk miskin Kaltara pada Maret 2021 sebesar 52,860 Ribu jiwa.Sumbangan dari beras terhadap garis kemiskinan makanan," kata Tina Wahyufitri

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ Dok Pribadi Tina Wahyufitri
Kepala BPS Kaltara Tina Wahyufitri 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Berdasarkan data BPS Kaltara, jumlah penduduk miskin Kaltara pada Maret 2021 sebesar 52,860 Ribu jiwa atau menyumbang 7,36 Persen dari jumlah penduduk Kaltara.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BPS Kaltara Tina Wahyufitri dalam rilis resmi BPS Kaltara, Kamis (15/7/2021) lalu.

Menurut Kepala BPS Kaltara, Tina Wahyufitri komoditas beras menjadi penyumbang terbesar dalam membentuk garis kemiskinan makanan.

Baca juga: Penduduk Miskin Kaltara Capai 52,860 Jiwa, Rokok Penyumbang Kedua Pembentuk Garis Kemiskinan Makanan

Di mana secara persentase, komoditas beras di perkotaan menyumbang garis kemiskinan makanan sebesar 23,02 Persen, adapun di pedesaan menyumbang 25,44 Persen.

"Yang dipotret dari kemisikinan ini adalah sumbangan dari beras terhadap garis kemiskinan makanan," kata Tina Wahyufitri.

Baca juga: Wagub Kaltara Yansen TP Singgung Produk Lokal, jadi Cara Mengatasi Kemiskinan di Desa

"Di Kota itu sumbangannya 23,02 Persen dan di Desa sumbangannya 25, 44 Persen, karena sumbangannya besar, komoditas beras ini harus dipantau," tambahnya.

Menurut Tina, besarnya sumbangan beras terhadap garis kemiskinan baik di perkotaan maupun di pedesaan, harus diantisipasi oleh pemerintah.

Kepala BPS Kaltara, Tina Wahyufitri saat menyampaikan rilis tingkat kemiskinan Kaltara, Kamis (15/7/2021)
Kepala BPS Kaltara, Tina Wahyufitri saat menyampaikan rilis tingkat kemiskinan Kaltara, Kamis (15/7/2021) (TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI)

Pihaknya pun memberikan saran agar pemerintah dapat menyelenggarakan operasi pasar untuk menjaga pergerakan harga komoditas beras.

"Jadi yang harus dijaga itu pergerakan harga beras, tentu pemerintah bisa melakukan operasi pasar," katanya.

Baca juga: Pandemi Covid-19, Angka Kemiskinan di Tarakan Naik, Langkah Ini yang Dilakukan Walikota Khairul

Sebelumnya diberitakan, selain komoditas beras, konsumsi rokok juga menjadi penyumbang terbesar dalam pembentuk garis kemiskinan.

Berdasarkan tren yang ada, konsumsi rokok tidak mengalami penurunan kendati kondisi pandemi Covid-19.

Baca juga: Soal Angka Kemiskinan Nunukan Meningkat 6,36 Persen, Hamsing: Pemda Kurang Update Data Warga Miskin

Pihak BPS pun menyarankan kepada pemerintah agar dapat menurunkan jumlah konsumsi rokok, dan dialihkan pada konsumsi komoditas lain yang lebih bermanfaat.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved