Breaking News:

Berita Papua Terkini

Kronologi Oknum Warga Dogiyai Papua Aniaya Prajurit Paskhas TNI Angkatan Udara, Rumah Turut Dibakar

Berawal dari teguran terhadap oknum warga yang menenggak minuman keras, prajurit Paskhas dianiaya warga di Dogiyai, Papua. Rumah warga juga dibakar.

Editor: Amiruddin
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
ILUSTRASI Prajurit Paskhas TNI AU. Seorang prajurit Paskhas TNI AU dikabarkan kritis usai dianiaya oknum warga di Dogiyai, Papua. 

Saat itu sebanyak lima hingga 10 anggota KKB Papua tiba-tiba menyerang Bandara Amenggaru, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Bandara Amenggaru saat itu tengah dijaga oleh Pasukan Paskhas TNI AU.

Kontak senjata pun terjadi selama 2,5 jam dan menewaskan seorang anggota KKB Papua.

Kontak senjata itu berawal dari anggota KKB menembaki personel Paskhas TNI AU.

Buntut penyerangan itu, aparat gabungan TNI-Polri akhirnya terlibat kontak senjata selama 2,5 jam dengan KKB.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, menuturkan, kejadian tersebut terjadi pada pukul 09.20 WIT.

Baca juga: Satu Jam Kontak Senjata dengan KKB Papua di Nduga, 2 Prajurit TNI Luka Tembak, Ada Perwira Pertama

KKB Papua menembaki personel Paskhas yang sedang melakukan pengamanan di bandara tersebut.

"Sekitar pukul 09.20 WIT di Ilaga, tepatnya di runway Bandara Ilaga terjadi penembakan terhadap rekan-rekan Paskhas sedang melakukan pengamanan bandara," kata Kamal, Jumat.

Setelah ada laporan kejadian tersebut, personel Polres Puncak segera menuju lokasi kejadian dan bergabung dengan personel keamanan lainnya untuk melakukan pengejaran.

Petugas melumpuhkan seorang KKB Papua hingga tewas.

"Kontak tembak cukup lama karena dari ujung runway mereka (KKB) lari ke atas bukit.

Kelompok ini jumlahnya antara lima sampai sepuluh orang," kata Kamal.

Ia memastikan, tidak ada anggota aparat keamanan TNI-Polri yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Saat ini, kontak senjata sudah berhenti dan aparat keamanan masih melakukan pengejaran.

"Saat ini, personel gabungan masih melakukan pengejaran tapi sudah tidak ada kontak senjata. Kejadian berlangsung sampai 2,5 jam," kata Kamal.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal memastikan saat ini situasi di Ilaga telah kondusif dan msyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

Hanya saja, akibat gangguan keamanan di landasan pacu Bandara Aminggaru, saat ini maskapai penerbangan untuk sementara menutup penerbangan untuk ke Ilaga.

"Karena lokasinya ada di kawasan bandara, dan dari komunikasi yang dibangun oleh para pengusaha transportasi, untuk hari ini untuk sementara tidak ada penerbangan," ujar Kamal di Jayapura, Sabtu (20/2/2021).

Aparat gabungan, sambung dia, akan tetap menerapkan standar pengamanan di kawasan bandara agar maskapai penerbangan mau membuka penerbangan ke Ilaga kembali.

Hal ini sangat penting karena jalur udara adalah satu-satunya akses pintu masuk ke Kabupaten Puncak.

Baca juga: Daftar Lengkap 10 Instansi dengan Pelamar CPNS 2021 Paling Sedikit, Wilayah Papua Mendominasi

"Satu-satunya akses ke Ilaga adalah dengan penerbangan, BBM kemudian logistik untuk keperluan masyarakat sehari-hari hanya bisa diantar dengan penerbangan," kata Kamal.

Sedangkan untuk jenazah Tera Wamang sudah diserahkan ke pihak keluarga.

"Jenazah setelah selesaikan dilakukan pendataan di Puskesmas Ilaga sudah diserahkan ke pihak keluarga korban dan tidak lama kemudian jenazah dibakar tidak jajh dari Puskesmas," kata dia.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Dianiaya Warga di Dogiyai Papua, Anggota Paskhas TNI AU Kritis, Berawal Ditegur Miras di Bandara, https://manado.tribunnews.com/2021/07/17/dianiaya-warga-di-dogiyai-papua-anggota-paskhas-tni-au-kritis-berawal-ditegur-miras-di-bandara?page=all
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved