Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Pemkab Malinau Kembali Batasi Keluar Masuk Orang di Pos Perbatasan, Wajib Ada Surat Negatif Covid-19

Pemerintah daerah melakukan pembatasan Keluar Masuk Orang di Pintu Masuk dan Pos Perbatasan Malinau. Wajib bawa surat negatif Covid-19.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Pembatasan aktivitas lalu lintas orang di Pos Seruyung , Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Jelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, Pemerintah Daerah Kembali mengaktifkan pos perbatasan di Kabupaten Malinau.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau melalui Surat Edaran 4/2021 tentang Pembatasan Keluar Masuk Orang di Pintu Masuk dan Pos Perbatasan Malinau.

Dua Pos perbatasan jalur darat tersebut yakni Pos Seruyung di Kecamatan Malinau Utara yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Nunukan.

Baca juga: Operasi Ketupat Kayan 2021, Kapolda Kaltara Bambang Kristiyono Fokuskan Pengawasan Pos Perbatasan

Dan Pos Sesua di Kecamatan Malinau Barat yang berbatasan dengan Kabupaten Tanah Tidung dan Kabupaten Bulungan.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau, Wempi W Mawa menyampaikan analisis pihaknya, jalur darat merupakan penyumbang terbesar kasus impor virus corona di Malinau.

Baca juga: Gelar Operasi Ketupat Kayan 2021, Kapolda Kaltara Minta Anggota Fokuskan Pengawasan Pos Perbatasan

"Selam kurang lebih 2 pekan, kita akan mengaktifkan kembali pengetatan di pos perbatasan Seruyung dan Pos Sesua. Karena jalur darat merupakan akses yang paling rawan," ujarnya, Sabtu (17/7/2021).

Berdasarkan SE 4/2021 Satgas Penanganan Covid-19 Malinau, pembatasan lalu lintas orang di kedua pos tersebut rencananya akan dilakukan sejak 16 Juli hingga 29 Juli Mendatang.

Komandan Kodim 0910/Malinau, Sofwan Nizar saat memantau pos perbatasan RI-Malaysia di Desa Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (28/2/2021).
Komandan Kodim 0910/Malinau, Sofwan Nizar saat memantau pos perbatasan RI-Malaysia di Desa Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Minggu (28/2/2021). (HO / Pendim 0910/Malinau)

Tiap pelaku perjalanan diwajibkan untuk melampirkan surat keterangan Negatif Covid-19 hasil uji rapid antigen atau PCR Swab.

Masa penyekatan di kedua Pos perbatasan tersebut efektif mulai malam hingga pagi hari sekira pukul 21:00 Wita hingga 06:00 Wita.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Virus Corona di Kaltara, Deri Kaget Harus Tes Swab Antigen di Pos Perbatasan

Bagi pelaku perjalanan yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud, petugas akan menetapkan sanksi putar balik ke rute perjalanan asal.

"Ini upaya antisipasi, karena belajar dari pengalaman sebelumnya, langkah ini pernah menjadikan Malinau sebagai wilayah zona hijau," katanya.

Baca juga: Akumulasi Kasus Covid-19 di Kaltara Tembus 10,069, Kepala BPBD Sebut Pos Perbatasan Masih Efektif

Selain jalur darat, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau juga telah memberlakukan pembatasan lalu lintas jalur udara dan laut atau sungai.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved