Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Menghindari Kerumunan, Petugas Antarkan Daging Kurban, Dengan Cara Door To Door Kepada Mustahik

Hindari kerumunan, petugas hewan kurban wajib antar dagin kurban ke mustahik. Dengan cara door tor door

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Ilustrasi hewan kurban yakni sapi yang siap disembelih di hari Idul Adha 1442 Hijriah besok 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Tahun ini Kota Tarakan kembali melakukan penyerahan sapi kepada pengurus masjid di Kota Tarakan. Total ada sekitar 10 ekor yag diserahkan kepada masjid-masjid di Kota Tarakan.

Diakui Wali Kota Tarakan dr Khairul, M.Kes, memang ada penurunan jumlah sapi yang dipotong tahun ini dibandingkan tahun 2020 lalu. “Memang agak turun dibanding tahun lalu. Hanya 8 atau 10 ya kemarin itu. Kalau tahun 2020 lalu sekitar 18 ekor,” sebutnya.

Ia melanjutkan, memang saldo yang disimpan ada di dua tempat. Pertama di Panitia Hari Besar Indonesia (PHBI) dan kedua ada di Pemkot Tarakan. Anggaran terbatas diakuinya menyebabkan tahun ini terjadi penurunan pemotongan hewan kurban.

Baca juga: Pembelian Hewan Kurban di Malinau Ditambah jadi Rp 600 Juta, 32 Ekor Sapi Dgibagikan, Ini Lokasinnya

Ia melanjutkan, tahun ini sendiri, untuk pemotongan hewan kurban sudah diatur dalam SE Nomor 460 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 Hijriah dan Silaturahmi serta Pemotongan Hewan Kurban di Tengah Pandemi Covid-19 Kota Tarakan.

SE ini dikeluarkan Wali Kota Tarakan 1 Juli 2021 lalu. Ada beberapa poin yang disampaikan wali kota dalam SE tersebut. Di antaranya pembagian daging harus diantarkan ke rumah mustahik dan petugas tak membiarkan mustahik yang menjemput ke masjid agar tak terjadi kerumuman. Kemudian hewan kurban dilakukan pemotongan di di RPH.

Baca juga: Bupati Kabupaten Tana Tidung Ibrahim Ali, Kurban Empat Ekor Sapi, Berikut Daftar Desa Penerima

“Tapi kalau kebanyakan, panitia pastikan hanya panitia yang masuk dan pembantunya. Jadi juga saya tegaskan jangan ada pembagian kupon. Tidak boleh. Petugas yang antar langsung ke rumah warganya,” beber Khairul.

Total ada empat hal diatur dalam SE tersebut. Pertama mengatur soal penjualan hewan kurban, kedua soal penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban di Rumah Pemotogan Hewan (RPH) dan di luar RPH serta tata cara pendistribusian daging kurban ke rumah-rumah mustahik.

Baca juga: Pemkab Malinau Bagikan 32 Ekor Hewan Kurban, PHBI: Termasuk Desa Terjauh di Malinau Selatan Hulu

Pada poin pendistribusian daging kurban ke rumah-rumah mustahik lanjut Khairul, poin satu menjelaskan setiap penyeleggara pemotongan hewan kurban dilarang membagikan daging kurban secara langsung di lokasi pemotongan atau di tempat lain yang menimbulkan perkumpulan orang dalam jumlah banyak.

Poin kedua lanjut Khairul, penyelenggara pemotongan hewan kurban bertanggung jawab mendistribusikan daging kurban dengan cara mengantarkan secara door to door atau dari rumah ke rumah masing-masing masyarakat penerima kurban yang berhak.

Aktivitas salat Idul Adha di Masjid Baitul Izzah 2020 lalu.
Aktivitas salat Idul Adha di Masjid Baitul Izzah 2020 lalu. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Poin ketiga dijelaskan Khairul yakni setiap orang yang bertugas menyebarkan atau mendistribusikan daging kurban, baik yang dilakukan di RPH maupun di luar RPH wajib mematuhi protokol kesehatan dan menerapkan PHBS.

Baca juga: Salat Id Bukan Dilarang, Berikut Panduan Salat Idul Adha dan Kurban di Masjid selama PPKM Darurat

“Mereka menjaga jarak satu meter saat memberikan daging, menggunakan APD minimal masker. Lalu mencuci tangan setelah mendistribusikan dan tidak melakukan pendistribusian secara berkelompok atau tim dalam jumlah banyak,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved