Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Salat Idul Adha di Diperbolehkan di Masjid, Waikota Tarakan: Jangan Salaman Apalagi Cipika Cipiki

Pelaksanaan salat Idul Adha tahun ini di Masjid masih boleh dilakukan. jangan salaman apalagi cipika cipiki,” ucap Walikota Tarakan Khairul.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Pelaksanaan Salat Idul Fitri Mei 2021 lalu.. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Pelaksanaan salat Idul Adha tahun ini masih boleh dilakukan. Wali Kota Tarakan sudah mengeluarkan SE Nomor 460 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah Idul Adha 10 Dzulhijjah 1442 Hijriah dan Silaturahmi serta Pemotongan Hewan Kurban di Tengah Pandemi Covid-19 Kota Tarakan.

Wali Kota Tarakan dr Khairul, M.Kes mengungkapkan SE tersebut sudah dikeluarkan sejak 1 Juli 2021 lalu. Saat ini status Kota Tarakan berada di zona oranye. Sehingga lanjutnya diperbolehkan melaksanakan salat Idul Adha.

Namun dalam pelaksanaannya lanjut Khairul, tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat 5M. Yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas.

Baca juga: Bupati Nunukan Imbau Salat Idul Adha di Rumah: Saya Minta Lurah dan Kepala Desa Sosialisasikan Ini 

“Sebelum ke masjid wudu dulu. Bawa sajadah sendiri, hindari kerumunan jangan salaman apalagi cipika cipiki,” urainya.

Dalam SE tersebut dijelaskan Khairul, salat di ruangan terbuka diperbolehkan seperti di lapangan jika masjidnya tak cukup menampung.

Namun harus ada beberapa hal yang disiapkan petugas takmir masjid. Pertama kewajiban petugas melakukan pengawasan prokes. Kedua melakukan pembersihan dan disinfeksi di area pelaksanaan peribadatan. Ketiga, membatasi jumlah pintu keluar masuk.

Baca juga: Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali Sebut, Salat Idul Adha Tetap di Masjid, Berikut Petunjuk Teknisnya

“Lalu poin berikutnya melakukan pengaturan alur keluar masuk masjid. Menyediakan fasilitas cuci tangan, sabun, hand sanitizer di pintu masuk dan cadangan masker,” bebernya.

Selanjutnya, wajib mengecek suhu tubuh jemaah yang akan melaksanakan salat Idul Adha. Di atas 37,5 derajat Celcius dengan dua kali pemeriksaan, tidak diperkenankan masuk ke dalam lokasi pelaksanaan salat Idul Adha.

Umat muslim melaksanakan Salat Idul Adha 1441 H di Masjid Al Azhar Jakarta, Jumat (31/7/2020). Salat dilaksanakan dengan melakukan protokol kesehatan seperti menjaga jarak antar saf dan wajib memakai masker untuk mencegah penularan Covid-19. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)
Umat muslim melaksanakan Salat Idul Adha 1441 H di Masjid Al Azhar Jakarta, Jumat (31/7/2020). Salat dilaksanakan dengan melakukan protokol kesehatan seperti menjaga jarak antar saf dan wajib memakai masker untuk mencegah penularan Covid-19. (TRIBUNNEWS/HERUDIN) (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Selanjutnya, setiap masjid wajib menerapkan pembatasan jarak antarjemaah satu dengan jemaah lainnya. Dan memberikan tanda khusus dengan jarak satu meter sesuai fatwa MUI.

“Pelaksanaan salat harus disingkat. Khutbah juga demikian. Melakukan penngaturan jumlah Jemaah atau pengguna rumah ibadah dengan kapasitas 50 persen dari normalnya,” beber Khairul.

Baca juga: Bupati Bulungan Syarwani Buka Opsi Tiadakan Salat Idul Adha Berjamaah, Zona Merah Dipastikan Tak Ada

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved