Berita Nasional Terkini

Moeldoko Marah Besar, Kehormatannya Ternoda saat ICW Tuding KSP Terkait dengan Produsen Ivermectin

KSP Jenderal (pur) Moeldoko marah besar, kehormatannya ternoda, ICW tuding KSP ada hubungannya dengan produsen Ivermectin, politisi PDIP ikut terseret

Kolase TribunKaltara.com / Tribunnews/Herudin dan Kompas TV
Kepala KSP, Moeldoko dituding ICW terlibat kongkalikong dengan produsen obat Covid-19 Ivermectin. (Kolase TribunKaltara.com / Tribunnews/Herudin dan Kompas TV) 

TRIBUNKALTARA.COM - Kepala Kantor Staf Presiden, Jenderal (pur) Moeldoko marah besar, sebut kehormatannya ternoda saat ICW tuding KSP ada hubungannya dengan produsen Ivermectin, politisi PDIP ikut terseret.

Polemik penggunaan Ivermectin sebagai obat Covid-19 terus berlanjut.

Kali ini, Indonesia Corruption Watch atau ICW mengklaim telah menemukan dugaan keterkaitan anggota partai politik, pejabat publik, dengan produsen Ivermectin.

Nama KSP dan Moeldoko ikut diseret oleh ICW terkait dugaan afiliasi produsen Ivermectin.

Tak terima dengan tudingan tersebut, Moeldoko langsung bereaksi tegas.

Pensiunan Jenderal bintang 4 TNI itu merasa tudingan tersebut telah membuat kehormatannya ternoda.

Baca juga: Inilah 8 Jenis Obat yang Diizinkan BPOM untuk Terapi Penyembuhan Covid-19, Termasuk Ivermectin

Tak tanggung-tanggung, Moeldoko mengancam bakal membawa tudingan tersebut ke ranah hukum.

Mulanya tudingan ICW yang menyeret KSP Moeldoko itu dijabarkan oleh Peneliti ICW Egi Primayogha.

Salah satu produsen Ivermectin di Indonesia adalah PT Harsen Laboratories, perusahaan yang bergerak dibidang farmasi, dengan merek Ivermax 12.

Ia mengatakan, perusahaan ini dimiliki oleh pasangan suami istri Haryoseno dan Runi Adianti.

"Kedua nama tersebut tercatat dalam dokumen Panama Papers, dan diketahui terafiliasi dengan perusahaan cangkang bernama Unix Capital Ltd, yang berbasis di British Virgin Island," ungkap Egi lewat keterangan tertulis, Kamis (22/7/2021).

Sebelum pandemi Covid-19, kata Egi, PT Harsen Laboratories pernah menjalin hubungan kerja sama dengan PT Indofarma dalam pendistribusian obat.

Berdasarkan laporan konsolidasian PT Indofarma tahun 2020, Indofarma memiliki utang ke PT Harsen Laboratories sebesar Rp 8.579.991.938 per 30 Juni 2020.

"Jumlah ini meningkat dari 31 Maret 2019 yang berjumlah Rp 3.238.035.238," beber Egi Primayogha.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved