Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

Hari Anak Nasional, Praktisi Pendidikan Baharuddin Bagi Tips Cegah Kekerasan Verbal pada Buah Hati

Hari Anak Nasional, praktisi pendidikan Baharuddin bagi tips cegah kekerasan verbal pada buah hati.

Penulis: Risnawati | Editor: M Purnomo Susanto
istimewa
Talkshow Hari Anak Nasional dengan tema Hindari Kekerasan Verbal Selama Belajar dari Rumah. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Hari Anak Nasional, praktisi pendidikan Baharuddin bagi tips cegah kekerasan verbal pada buah hati.

Monentum Hari Anak Nasional 2021, yang jatuh pada hari ini, Jumat (23/7/2021), TribunKaltara.com mengadakan talkshow bertema "Hindari Kekerasan Verbal Selama Belajar dari Rumah".

Dalam talkshow ini yang dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Tana Tidung melalui virtual ini, menghadirkan narasumber-narasumber kondang, salah satunya Pakar dan Praktisi Pendidikan, Baharuddin.

Baca juga: Tak Ingin Bebankan Orangtua Dampingi Anak BDR, Disdikbud KTT Berlakukan Bahan Ajar yang Bermakna

Baca juga: Ketua PKK KTT Vamelia Ibrahim Sebut Kekerasan Verbal jadi Tantangan Orangtua Dampingi Anak saat BDR

Baca juga: Hari Anak Nasional, Bupati KTT Ibrahim Ali: Dampingi Anak Belajar di Rumah Dengan Penuh Kesabaran

Baharuddin merupakan guru berprestasi, yang mendapatkan penghargaan oleh Presiden RI dua periode, Susilo Bambang Yudhoyono kala itu.

Sebagai informasi, hasil survei Unicef di tahun 2020, sekitar 30 persen anak mengalami kekerasan verbal saat belajar dari rumah.

Dia menyampaikan, seseorang melakukan kekerasan baik fisik maupun psikis, salah satunya disebabkan oleh stres.

"Bayangkan, kalau orang tidak mengerti matematika ditambah anaknya juga tidak bisa, apa yang terjadi? Pasti orangtuanya stres luar biasa, karena ingin anaknya mendapat nilai yang tinggi.

Ini juga yang perlu dipikirkan oleh sekolah, bahwa tujuan utama kita dalam pendidikan itu bukan nilai. Menilai itu ada waktunya" ucapnya.

Jika sering kali menilai anak dengan angka, kata dia, anak akan menjadi stres. Karena anak akan punya tanggung jawab luar biasa, yang menurut para anak, hal itu harus dikuasai.

"Jika kita tidak bisa mengatur cara mendidik kita, dampak negatif jangka panjangnya terhadap kesehatan itu sangat tinggi, anak bisa saja depresi. Seperti selalu dibentak, dimaki, yang akhirnya anak akan lari ke hal-hal negatif," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved