Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Penting Diketahui Pasien Covid-19, Cara Sederhana Ukur Frekuensi Napas ala Kadis Kesehatan Malinau

Berikut ini merupakan cara sederhana mengukur frekuensi nafas menurut Kadis Kesehatan Malinau, dr John Felix Rundupadang.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Ilustrasi - Pemeriksaan kesehatan sebelum pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (TribunKaltara.com / Mohammad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Satu dari sekian gejala perburukan pasien Covid-19 adalah adanya gangguan pada sistem pernapasan.

Gejala perburukan kondisi ini merupakan langkah deteksi dini bagi tenaga kesehatan di Malinau untuk memutuskan pasien Isolasi mandiri dirawat di RSUD Malinau.

Baca juga: Miliki Komorbid Diabetes, Ibunda Amanda Manopo yang Berjuang Lawan Covid-19 Ternyata Istri Arsitek

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Malinau, dr John Felix Rundupadang berbagi tips mengenai cara mengukur kualitas pernapasan menggunakan metode sederhana.

Khusus bagi pasien konfirmasi Covid-19, gejala perburukan kondisi kesehatan dapat diperkirakan dengan menghitung frekuensi napas.

"Frekuensi pernapasan merupakan salah satu tanda vital kinerja paru-paru.

Ini sangat penting diketahui, khususnya bagi pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri," ujarnya, Sabtu (24/7/2021).

dr John Felix Rundupadang menjelaskan, gejala perburukan dapat dipantau menggunakan alat pengukur saturasi oksigen, Oxymeter atau termometer untuk suhu tubuh.

Selain itu melalui metode perhitungan frekuensi pernapasan pasien dapat menunjukkan ada tidaknya gejala perburukan kondisi kesehatan.

Hal tersebut berguna khususnya bagi pasien yang sedang menjalani isolasi mandiri, tanpa pantauan langsung tenaga kesehatan.

"Frekuensi napas normal seseorang adalah 16 hingga 20 kali per menit bagi orang dewasa.

Jika frekuensinya lebih dari 24 kali, diduga ada gangguan pada sistem pernafasan, kemungkinan ada gejala perburukan pada pasien," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau, dr John Felix Rundupadang saat ditemui di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (22/7/2021).
(TribunKaltara.com/Mohammad Supri)
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau, dr John Felix Rundupadang saat ditemui di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (22/7/2021). (TribunKaltara.com/Mohammad Supri) (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI)

Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin tersebut menjelaskan perhitungan frekuensi pernapasan dapat dilakukan melalui metode sederhana di rumah.

Cara dan metode sederhana ini dapat dipraktikkan bagi suspek atau pasien konfirmasi saat menjalani isolasi mandiri sebagai berikut:

1. Menggunakan alat penghitung waktu, jam dinding atau timer yang disetel selama 1 menit atau 60 detik.

2. Sebelum perhitungan dimulai, pastikan kondisi tubuh dalam keadaan tidak tegang, tidak melakukan aktivitas yang meleahkan sebelum pengukuran dimulai.

3. Lebih baik pengukuran dilakukan di depan cermin agar mudah melihat gerakan dada. Satu tarikan dan hembusan nafas dihitung sebagai 1 kali.

4. Siapkan pengukur waktu dan mulai menghitung jumlah tarikan napas selama 60 detik. Jika dipraktikkan di depan cermin, hitung berapa kali dada bergerak turun saat bernapas.

Jumlah tarikan napas selama 60 detik dihitung sebagai frekuensi napas. Frekuensi napas normal orang dewasa adalah 16 hingga 20 kali semenit.

Jika jumlah napas mencapai lebih dari 24 kali, diduga ada masalah pada sistem pernapasan.

Khusus bagi pasien konfirmasi Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri dan perhitungan napas rata-rata di atas 24 kali per menit disarankan untuk menghubungi petugas kesehatan.

"Khususnya bagi mereka yang isolasi mandiri, suspek atau pasien konfirmasi dengan frekuensi napas di atas 24 kali. Untuk segera menghubungi petugaskesehatan.

Gejala perburukan kondisi ini biasanya juga ditandai dengan sesak napas. Untuk memastikan, bisa digunakan metode sederhana ini dari rumah," ungkap John Felix Rundupadang.

Baca juga: Jadwal Speedboat di Kaltara Rute Malinau-Tarakan Sabtu 24 Juli 2021, Wajib Surat Bebas Covid-19

10 Cara Pencegahan Virus Corona

1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem kekebalan tubuh meningkat.

2. Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol.

3. Saat batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda menggunakan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).

4. Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.

5. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut (segitiga wajah).

6. Gunakan masker secara benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau berada di tempat umum.

7. Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah secara benar, lalu cucilah tangan Anda.

8. Mununda perjalanan ke daerah atau negara di mana virus ini ditemukan.

9. Hindari berpergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat.

10. Selalu pantau perkembangan penyakit Covid-19 dari sumber resmi dan akurat.

Baca juga: Alami Gagal Nafas & Cardiac Arrest, 1 Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia di RSUD Nunukan

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona.

TribunKaltara.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved