Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Curhatan Pengusaha Kafe di Bulungan di Masa PPKM, Kafe Sepi Pendapatan Turun hingga 40 Persen

Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Kabupaten Bulungan sangat berdampak kepada para pelaku usaha.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Sumarsono
HO
Suasana Nara Coffee di Jalan Jeruk, Tanjung Selor yang sepi dari pengunjung imbas pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM  (HO / Anggrino Gilang Verlando) 

"Kita juga buka lebih awal, tapi kurang efektif karena budaya ngopi pagi atau dibawa buat ke kantor itu belum ada," terangnya.

Menurut Anggrino, dengan pendapatan yang kian berkurang, maka dirasa semakin memberatkan pengeluaran rutinnya, baik untuk membeli bahan baku hingga membayar gaji kelima pegawainya.

"Pengeluaran terbesar itu untuk bahan baku, karena kopi kita datangkan dari Jogja, dan itu ongkirnya pasti mahal, karena memang cuma itu akses satu-satunya," ujarnya.

"Dan pengeluaran gaji pegawai juga besar, pegawai kami ada lima, sampai sekarang belum ada pengurangan, gaji juga kita tidak kurangi masih tetap saja," terangnya.

Sehingga bila nantinya PPKM Level 4 akan diterapkan di Bulungan, dan jam operasional dibatasi hingga maksimal Jam 8 Malam, Ia mengatakan banyak pengusaha kafe seperti dirinya yang akan kesakitan merasakan dampak dari PPKM.

"Kalau nanti Level 4 pasti sakit, bukan hanya di Nara, tapi tempat lain juga sakit, karena kalau di sini baru nongkrong setelah Isya," tuturnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Pemilik Warkop Labolong, Anto, menurutnya dengan pemberlakukan PPKM saat ini, pengunjung warung kopinya turun drastis.

Baca juga: Wajib Berlakukan PPKM Level 4 Mulai Senin Besok, Ini Reaksi Bupati Nunukan Asmin Laura

Dirinya menginginkan agar pemerintah setempat bisa memberikan kompensasi aturan bagi tempat makan.

Seperti halnya tidak membatasi jam operasional, namun hanya membatasi jumlah pengunjung yang makan dan minum di tempat.

"Kalau kami minta jangan seperti itu, karena kami punya tanggungan dan penghasilan berkurang," kata Pemilik Warkop Labolong, Anto.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved