Berita Malinau Terkini

Vitamin Laris Selama Pandemi Covid-19, Dinkes Malinau Bakal Cek Apotek, Pantau Harga Obat-obatan

Vitamin laku keras selama pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan atau Dinkes Malinau bakal cek ke apotek-apotek untuk pantau harga obat-obatan.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Suasana di Kantor Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (TribunKaltara.com / Mohammad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Vitamin laku keras selama pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan atau Dinkes Malinau bakal cek ke apotek-apotek untuk pantau harga obat-obatan.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Malinau, dr. John Felix Rundupadang menyampaikan dalam waktu dekat pihaknya akan memantau ketersediaan dan harga obat-obatan.

Dikarenakan, obat-obatan termasuk suplemen vitamin C dan D mulai ramai diburu warga di Kabupaten Malinau.

Baca juga: Tak Cuma Konsumsi Obat dan Vitamin, Begini Saran Dokter untuk Pasien Covid-19 Gejala Ringan

Baca juga: Mengandung Vitamin A Tinggi, Harga Wortel di Pasar Imbayut Taka Tana Tidung Rp 35 Ribu Perkilogram

Baca juga: Mengandung Vitamin A, Mengonsumsi Wortel Bisa Mencegah Sembelit hingga Cocok Jadi Camilan Sehat

"Perkembangannya saat ini, vitamin atau multivitamin lagi booming dicari orang. Jadi perlu ada pengendalian dari permerintah.

Melalui Dinkes nanti, kami akan pantau ketersediaan dan harga obat termasuk multivitamin di apotek," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (27/7/2021).

Menurut Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin tersebut meningkatnya permintaan masyarakat untuk mengonsumsi suplemen adalah hal yang wajar.

Karena di sisi lain, suplemen vitamin C dan D yang dinilai dapat meningkatkan imunitas tubuh tersebut memiliki dampak psikologi penerimanya.

"Ini wajar ya, memang Vitamin C dan D ini baik untuk daya tahan tubuh. Di sisi lain, yang konsumsi juga semakin percaya diri bahwa imunnya kuat. Yang jadi masalah kalau terlalu percaya diri sampai tidak lagi mau pakai masker," katanya.

Tak hanya soal ketersediaan, Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) melalui Dinas Kesehatan P2KB Malinau juga akan memantau harga jual obat-obatan termasuk vitamin.

Baca juga: Mengandung Antioksidan dan Vitamin A, Jus Wortel Dapat Cegah Pertumbuhan Sel Kanker

Baca juga: Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Inilah 8 Jenis Mineral dan Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh

Baca juga: Wortel Kaya Manfaat, Bisa Menurunkan Tekanan Darah, Berikut Kandungan Vitaminnya

Menurutnya, harga tiap suplemen bervariasi. Tiap merek dan label produksi memiliki harga yang berbeda. Namun di tiap kemasan telah diatur mengenai harga ecer tertinggi (HET) yang wajib dipatuhi oleh apotek.

"Harganya beragam. Beda merek, beda harga. Tapi, tiap obat-obatan ini punya harga ecer tertinggi. Biasanya ada di kemasannya. Jadi, apotek tidak bisa menjual di atas HET.

Karena permintaan masyarakat tinggi, khususnya vitamin, kita perlu pantau harga di lapangan. Tapi tugas kami cuma memantau, selanjutnya mengirimkan laporannya ke BPOM," ucapnya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved