Breaking News:

Opini

Strategi Percepatan Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi yang pada awalnya ditargetkan 181.554.465 jiwa  namun ditambah menjadi 208.265.720 penduduk dimana angka ini termasuk anak dan remaja.

Editor: Sumarsono
IST
Andi Surayya, M.SKM, MKes, Mahasiswa prog Doktoral Ilmu Kes Masy. Univ. Indonesia 

Kemudian  sektor publik, usia lansia termasuk pra lansia kemudian usia anak sekolah dan remaja.

Tentunya ini membutuhkan strategi supaya sasaran vaksinansi tepat sesuai target, pelaksanaan vaksinasi tidak perlu terpaku di tempat pelayanan kesehatan saja.

Strategi jemput bola bila menjadi alternatif seperti bisa diterapkan untuk para lansia,  anak sekolah atau pada kelompok kelompok masyarakat tertentu seperi pedagang pasar, dan lain lain.

Kemudian harus dipastikan distribusi dan suplai sesuai dengan daerah masing masing, bahwa wilayah Indonesia terdiri dari kepulauan ada pulau besar dan ada pulau kecil.

Juga sistem pemerintahannya darimencakup provinsi, kabupaten, kecamatan sampai ke desa atau kelurahan yang menjadi tempat pemukiman warga.

Tentunya ini memerlukan akses dan akselerasi, belum lagi karakteristik pemukiman warga ada yang padat penduduk ada yang jarang penduduknya pastinya ini membutuhkan strategi dan perlakuan berbeda agar tepat sasaran.

Hal lainnya adalah ketersedian vaksinator, perlunya diupayakan penambahan tenaga vaksinator yang kompeten  bisa dilakukan dengan merekrut relawan relawan untuk dibekali dengan pelatihan yang telah disiapkan.

Petugas ini yang nantinya untuk bisa membantu pelaksanaan vaksinasi. Penambahan vaksinator ini penting untuk mengantisipasi “serbuan vaksin” bisa mencapai sasaran.

Demikian pula halnya terkait distribusi vaksin, bagaimana memastikan vaksin ini sampai ke end user, jangan sampai stok banyak tapi tidak terdistribusi, bisa karena jarak,transportasi, penyimpanan (disesuaikan dengan flatform vaksin), dan penyampaian kepada masyarakat.

Kondisi saat ini soal pendistribusian yang saat ini dialih kendali ke Kementrian Dalam Negeri, perhitungan supply chain, soal supply and demand.

Saat ini focus vaksinasi pemerintah masih terpaku di daerah Jawa Bali, sementara daerah lain seolah-olah terpinggirkan.

Hal ini mesti menjadi perhatian khusus pemerintah pusat apalagi daerah daerah yang kasusnya menghampiri kasus Jawa dan Bali seperti Kaltim yang menjadi daerah terbanyak kasus di luar Jawa-Bali, angka cakupan vaksinnya masih sangat rendah begitupun daerah lain.

Perlunya Langkah antisipasi lonjakan kasus diluar pulau Jawa Bali karena  daerah-daerah ini mempunyai kapasitas respons yang terbatas, sistem pelayanan Kesehatan tidak sesiap daearah Jawa Bali.

Pada saat penyampaian ke masyarakat perlunya menerapkan pola yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat seperti halnya masyarakat nelayan, masyarakat industri perlu diperhatikan jadwal aktivitas dan pekerjaan mereka.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved