Opini

Strategi Percepatan Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi yang pada awalnya ditargetkan 181.554.465 jiwa  namun ditambah menjadi 208.265.720 penduduk dimana angka ini termasuk anak dan remaja.

Editor: Sumarsono
IST
Andi Surayya, M.SKM, MKes, Mahasiswa prog Doktoral Ilmu Kes Masy. Univ. Indonesia 

Masyarakat industri dengan jam kerja yang teratur lebih mudah diatur dibanding dengan masyarakat pertanian atau masyarakat nelayan yang pergi melaut terkadang berhari hari baru kembali.

Hal ini berhubungan dengan jadwal vaksin pertama dan vaksin ke 2. Terus mengalakkan promosi tentang upaya vaksin sebagai bentuk perlindungan diri terhadap penularan Virus Corona.

Dan terkait perbedaan flatform jenis vaksin yang ada, bahwa ada vaksin yang berupa virus yang dilemahkan ( inactivated vaccine) oleh WHO metode ini dianggap terbukti manjur seperti dicontohkan pada vaksin flu dan polio.

Vaksin lainnya menggunakan platform messenger RNA (mRNA) sama sekali tidak mengandung virus, melainkan hanya materi genetic (mRNA) yang akan menginstruksikan sel tubuh manusia membuat protein spesifik untuk dikenali dan direspon oleh sistem imun.

Dengan perbedaan platform ini pastinya berbeda efikasi dan prosedur penyimpanan serta harga.

Langkah selanjutnya bagaimana mengedukasi masyarakat yang sudah vaksin 1 untuk dipastikan kembali datang sesuai jadwal untuk vaksin ke 2.

Perlunya upaya memperkecil gap jumlah yang sudah vaksin 1 dan vaksin 2, bahkan kekebalan terbentuk 4 minggu setelah vaksin ke 2 dan bagaimana agar masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan.

Meski telah divaksin  dengan menjaga jarak, memakai masker, rajin mencuci tangan, bahwa vaksin adalah salah satu bentuk proteksi, dan 3M adalah upaya perlindungan. Tetap prokes sampai pandemic Covid-19 dinyatakan berakhir. (*)

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved