Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Cegah Covid-19 Masuk Nunukan, Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia Wajib Penuhi Syarat Berikut ini

Cegah Covid-19 masuk Nunukan, Pekerja Migran Indonesia ( PMI) dari Malaysia wajib penuhi syarat berikut ini.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALARA.COM/FELIS
Pekerja Migran Indonesia saat dilakukan swab oleh petugas kesehatan di Kabupaten Nunukan. TRIBUNKALARA.COM/FELIS 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Cegah Covid-19 masuk Nunukan, Pekerja Migran Indonesia ( PMI) dari Malaysia wajib penuhi syarat berikut ini.

Di tengah penerapan PPKM level IV oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan, sejumlah syarat pengetatan pintu masuk juga dilakukan. Utamanya terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Tawau, Malaysia.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Nunukan, dr Baharullah, menyampaikan PMI atau WNI yang akan kembali ke tanah air, harus mengikuti prosedur yang berlaku di Indonesia.

Baca juga: Dinkes Kaltara Sebut Belum Ada Temuan Varian Baru Covid-19, Usman: Kita Antisipasi Pekerja Migran

Baca juga: Lewat Jalur Tikus di Nunukan, Pekerja Migran Indonesia Diamankan TNI Penjaga Perbatasan RI Malaysia

Baca juga: Atasi Pekerja Migran Masuki Perbatasan, Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang Akan Bentuk Satgas PMI

Dia menyebut belakangan ini, regulasi mengenai kedatangan PMI di Indonesia melalui pintu masuk Nunukan, mengalami beberapa perubahan.

"Sebelumnya dari yang tidak ada pemeriksaan dokumen kesehatan sama sekali, kini harus diperiksa. Dulu PMI wajib bawa hasil negatif rapid Antibodi. Lalu bergeser lagi wajib swab Antigen, nah sekarang PPKM level IV, PMI atau WNI wajib kantongi hasil negatif swab PCR dari Malaysia," kata dr Baharullah kepada TribunKaltara.com, Jumat (30/07/2021).

Tak hanya itu, setelah tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, PMI atau WNI harus mengikuti serangkaian pemeriksaan.

dr Baharullah mengatakan, serangkaian pemeriksaan itu diantaranya surat negatif swab PCR dari Malaysia, pemeriksaan suhu badan, dan skrining keluhan yang dialami PMI atau WNI, utamanya yang mengarah pada gejala Covid-19.

Kemudian, PMI atau WNI harus mengisi Health Alert Card (e-HAC) Internasional.

"Nah, walaupun kadang beberapa PMI atau WNI bawa hasil swab PCR secara kolektif. Kami harap kepada Konsulat RI di Tawau agar menyampaikan kepada mereka, untuk memegang secara sendiri. Lalu, soal e-HAC Internasional, itu wajib diisi. Kadang terlewatkan juga itu," ucapnya.

Selanjutnya, kata dr Baharullah, pihaknya akan mengambil sampel swab PCR dari masing-masing PMI atau WNI yang tiba di pelabuhan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved