Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Konsulat RI di Tawau Beber Tiap Hari WNI Ditangkap Polisi Malaysia, Heni Hamidah Ungkap Alasannya

Konsulat RI di Tawau beber tiap hari WNI ditangkap polisi Negri Jiran Malaysia, Heni Hamidah ungkap alasannya.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
Tangkapan layar handphone
Konsul Republik Indonesia di Tawau Malaysia, Heni Hamidah, saat talkshow bersama TribunKaltara.com dengan tema 'Dilema Kedatangan PMI dari Malaysia dan Kebijakan PPKM di Nunukan', berlangsung secara virtual, Jumat (30/07/2021), pagi. (Tangkapan layar handphone). 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Konsulat RI di Tawau beber tiap hari WNI ditangkap polisi Negri Jiran Malaysia, Heni Hamidah ungkap alasannya.

Konsulat RI di Tawau Malaysia beberkan hampir tiap hari WNI ditangkap oleh Polis, lantaran tak mengikuti prosedur yang berlaku di negeri jiran, Malaysia.

Konsul Republik Indonesia di Tawau Malaysia, Heni Hamidah, menyampaikan jumlah WNI yang tercatat berada di Malaysia melalui Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM), yakni sebanyak 172.167 orang.

Baca juga: Nekat Susul Istri ke Indonesia Walau Tak Miliki Paspor, WNA Asal Malaysia Ditangkap Imigrasi Nunukan

Baca juga: Hasil Olimpiade Tokyo 2020: Marcus/Kevin Kalah dari Wakil Malaysia, Langkah ke Semifinal Terhenti

Baca juga: Ruang ICU Covid-19 RSUD Nunukan Hampir Penuh, Direktur Wacanakan Pasok Oksigen dari Tawau Malaysia

Namun, kata Heni pada kenyataannya, WNI yang tidak tercatat secara resmi diprediksi dua hingga tiga kali lipat dari jumlah yang tercatat secara resmi itu.

"Dari klasifikasi WNI itu sebagian besar bekerja di ladang kelapa sawit sebesar 78,9 persen. Setiap hari WNI tertangkap Polis dengan tujuan bekerja secara ilegal. Padahal sejak merebak pandemi 2020 lalu, jalur resmi pelabuhan sudah ditutup. Dan hanya dibuka untuk deportasi secara resmi," kata Heni Hamidah dalam talkshow virtual bersama TribunKaltara.com dengan tema 'Dilema Kedatangan PMI dari Malaysia dan Kebijakan PPKM di Nunukan', Jumat (30/07/2021), pagi.

Pada kesempatan itu, Heni menjelaskan, zone Tawau terletak di pantai timur negara bagian Sabah, Malaysia dan berbatasan dengan Kalimantan Utara.

Dengan luas wilayah zone Tawau adalah 14,905 kilometer persegi atau 20 persen dari wilayah Sabah.

Bahkan, Tawau merupakan kota terbesar ketiga di Sabah yang terdiri dari 5 distrik yaitu Tawau, Kunak, Semporna, Lahad Datu, dan Kalabakan).

"Kalau dilihat garis perbatasan itu terbilang luas sekali. Sementara pelabuhan resmi jalur laut hanya satu di Tawau. Itu yang membuat para WNI atau PMI yang datang ke Malaysia maupun saat kembali ke Indonesia, dapat melalui jalur ilegal tanpa terkontrol kami," ucapnya.

Lanjut Heni,"Ini baru perbatasan jalur laut. Kalau daratan ada di Pansiangan. Daratan itu juga menjadi jalur 'Gajah', bukan jalur 'tikus' lagi," tambah Heni.

Menurutnya, dari sebagian besar WNI yang bekerja di ladang kelapa sawit, terdiri dari beberapa golongan seperti, WNI prosedural, WNI prosedural menjadi unprosedural, WNI non prosedural, serta WNI yang lahir dan tidak berdokumen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved