Berita Daerah Terkini

Sungai Kadang Pahu Diduga Tercemar, DLH Kubar Belum Bisa Pastikan, Lakukan Pengambilan Sampel Air

Sungai Kadang Pahu diduga tercemar, DLH Kutai Barat ( Kubar) belum bisa pastikan, lakukan pengambilan sampel air.

istimewa
Kondisi aliran Sungai Kedang Pahu yang berada di Kecamatan Damai, Kabupaten Kubar diduga tercemar limbah dicek oleh tim dari DLH Kubar. 

Sebelumnya, DLH Kaltara menyatakan kasus pencemaran Sungai Malinau akibat jebolnya tanggul limbah penampungan, milik PT KPUC telah selesai.

Menurut Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kaltara Obed Daniel, dengan adanya sanksi administrasi dan paksaan dari Pemkab Malinau, serta dengan dijalankannya seluruh sanksi tersebut oleh pihak perusahaan, maka kelanjutan pencemaran sungai telah selesai.

"Itu sudah selesai dan sudah dikenakan sanksi administrasi oleh Pemkab, dan itu sudah dilakukan oleh PT KPUC, jadi dari kami ya sudah selesai," ujar Plt Kepala DLH Kaltara, Obed Daniel.

Sungai Malinau tercemar limbah batu bara, polisi bidik barang bukti PT KPUC. (Kolase TribunKaltara.com / Mohamad Supri dan istimewa)
Sungai Malinau tercemar limbah batu bara, polisi bidik barang bukti PT KPUC. (Kolase TribunKaltara.com / Mohamad Supri dan istimewa) (Kolase TribunKaltara.com / Mohamad Supri dan istimewa)

Lebih lanjut Andry mengungkapkan, bila tidak ada permasalahan dalam kasus pencemaran sungai di Malinau akibat jebolnya tanggul kolam penampungan limbah, maka hasil investigasi dapat dibuka ke publik.

"Kalau memang tidak ada permasalahan harusnya dibuka saja, jangan seakan-akan disembunyikan," katanya.

Pihaknya juga menyayangkan sikap DLH Kaltara yang tidak menanggapi undangan pihak Lalingka untuk beraudiensi.

Baca juga: Mata Munarman Ditutup Kain Hitam, Komnas HAM Tuding Polisi Berlebihan, Polri Tak Tinggal Diam

"Sebelumnya pada Februari sampai Maret kami juga mengundang Pemprov, DLH Kaltara untuk dengar pendapat mengenai kasus pencemaran, tapi belum ada jawaban hingga saat ini," katanya.

Hingga kini, pihaknya menunggu balasan surat dari instansi terkait, apabila instansi tersebut berkelit dengan tidak dapat membuka hasil investigasi ke publik, pihaknya akan menggugat ke meja hijau.

"Kami tunggu saja, nanti kami lihat surat balasannya, kalau balasannya tidak masuk akal kami akan gugat ke pengadilan," tuturnya.

Baca juga: Apa Itu Pil Double L, Ini Penjelasan Loka POM Tarakan, Efek Samping dan Kegunaan Sebenarnya

Kasus Pencemaran Sungai Malinau Selesai

Dinas Lingkungan Hidup Kaltara mengatakan kasus pencemaran sungai akibat jebolnya tanggul limbah penampungan, milik PT KPUC telah selesai.

"Itu sudah selesai dan sudah dikenakan sanksi administrasi oleh Pemkab, dan itu sudah dilakukan oleh PT KPUC, jadi dari kami ya sudah selesai," ujar Plt Kepala DLH Kaltara, Obed Daniel.

Obed mengatakan, pencemaran yang dilakukan oleh PT KPUC kali ini ialah yang terbesar dengan sanksi yang diberikan juga terberat.

"Memang itu pencemaran dari kasatmata sudah terlihat, sifatnya pencemaran yang terlokalisir itu masih bisa dimonitor, tapi ini sudah terlepas dan larut ke aliran sungai. Ini memang yang terbesar, dan dari sanksi ini yang terberat," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved