Berita Nunukan Terkini

Ratusan Pekerja Migran Indonesia Asal Malaysia Datang dan Menyerahkan Diri di Nunukan

Masalahnya kepulangan 204 pekerja migran Indonesia ini tanpa rencana, apalagi pemberitahuan. “Mereka datang secara ilegal lewat jalur-jalur tikus”.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Sumarsono
HO/MEDIA KSP
Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sedang antre menjalani tes PCR di Rusunawa Nunukan, Kalimantan Utara pada Kamis (5/8). 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Maria Magdalena duduk menunggu antrean di komplek rumah susun Nunukan, Kalimantan Utara.

Kristabelle, anaknya yang masih berusia enam tahun, duduk di atas pangkuan wanita berusia 30-an tahun itu.

Perhatian Tim dari Kantor Staf Presiden (KSP) yang mendampingi perlindungan pekerja migran, Kamis (5/8), langsung tertuju padanya.

Kepada KSP, Maria mengaku sudah sebulan berada di Nunukan, Kalimantan Utara. Sebelumnya, selama sepuluh tahun dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Serawak, Malaysia.

Baca juga: Kisah Pekerja Migran Indonesia Pulang Lewat Jalur Tikus, TKW dari Malaysia Akui Bayar Calo Demi ini

“Saya mau pulang,” kata Maria, sambil menyebut Adonara, Nusa Tenggara Timur sebagai rumahnya.

Tapi sesampai di Nunukan, agen perjalanan yang sudah menerima pembayaran 2.000 Ringgit (sekitar Rp 7 juta) dari Maria, angkat tangan.

Pekerja Migran Indonesia saat dilakukan swab oleh petugas kesehatan di Kabupaten Nunukan. TRIBUNKALARA.COM/FELIS
Pekerja Migran Indonesia saat dilakukan swab oleh petugas kesehatan di Kabupaten Nunukan. TRIBUNKALARA.COM/FELIS (TRIBUNKALARA.COM/FELIS)

“Saya sudah bayar ongkos tiket untuk barang dan anak saya juga,” kata Maria kepada Tim KSP.

Masalahnya, sejak sebulan terakhir setiap perjalanan jarak jauh harus dilengkapi sertifikat vaksin. Sang agen tak sanggup memenuhi syarat itu.

Mereka langsung ‘melemparkan’ Maria dan anaknya ke kantor Unit Pelaksana Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) di Nunukan.

Maria dan Kristabelle tidak sendiri. Mereka hanya dua dari 204 pekerja migran asal Nusa Tenggara Timur yang Senin (3/8) lalu tiba-tiba muncul di kantor BP2MI Nunukan.

“Mereka ini bukan kami tangkap, tapi menyerahkan diri ke kantor saya,” kata Hotma Victor Sihombing, Kepala UPT BP2MI Nunukan.

Baca juga: 67 Pekerja Migran Ilegal Kabur Sebelum Dilakukan PCR Swab, BP2MI Nunukan: Nggak Ada yang Awasi

Agen perjalanan yang sudah menerima pembayaran langsung melepas tanggungjawab.

Victor bergegas melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi di Nunukan. Mereka harus segera ditolong.

Dari kantor BP2MI, mereka diangkut ke penampungan sementara rumah susun di wilayah Nunukan Selatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved