Opini

Urgensi Penggunaan Kapal sebagai Tempat Isolasi Mandiri OTG Terpapar Covid-19

Penggunaan kapal sebagai tempat isolasi mandiri bagi orang terpapar Covid-19 tanpa gejala (OTG) diinisiasi Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

Editor: Sumarsono
IST
Dr, Isradi Zainal, Rektor Universitas Balikpapan 

Selain itu harus disampaikan juga secara terbuka berapa biaya yang akan dipakai jika menggunakan kapal milik pemerintah tersebut, Mesti dipastikan apakah lebih ekonomis atau tidak.

Berdasarkan informasi sewa kapal Pelni untuk setiap bulannya di Kota Makassar misalnya, mencapai Rp 1,5 miliar, Belum termasuk uang makan, transportasi, dan sarana lainnya bagi pasien dan petugas

Pada dasarnya menggunakan kapal pelni yang lagi tidak beroperasi akan membantu keterpurukan sektor tranportasi laut yang juga dibatasi aktivitas berlayarnya selama Covid-19.

Skema ini sesuai saja dengan strategi penanggulangan Covid-19 oleh Pemerintah, akan tetapi perlu dicatat bahwa perhatian itu tidak saja untuk pemerintah tapi juga pihak yang terpuruk akibat Covid-19.

Hanya saja sebagai catatan dalam waktu bersamaan menurut data yang kami terima banyak hotel terancam gulung tikar.

Penggunaan kapal laut sebagai tempat isolasi Covid-19 kalau ditinjau dari segi kenyamanan atau happiness pasien mungkin menjawabnya relatif,

Bisa saja ada yang senang tapi bisa juga banyak yang tidak suka karena mabuk atau alasan lainnya.

Namun, yang pasti menurut sejumlah kalangan tenaga kesehatan menjadi lebih repot, dan membutuhkan sarana transportasi untuk kembali ke rumah.

Selanjutnya terkait dengan kemudahan recovery bagi penderita Covid-19 yang isolasi mandiri di atas kapal, secara teoritis ini tidak benar dan belum ditemukan pernyataan atau penelitian pakar terkait hal tersebut.

Baca juga: Balai Diklat Malinau Tempat Isolasi Bagi Pasien Covid-19, Berikut Fasilitas dan Kelengkapannya

Jika ditinjau dari risiko keselamatan dan kesehatan kerja tentu saja kapal memiliki potensi bahaya yang lebih besar dibanding di daratan baik kaitannya dengan getaran, kebisingan, pencahayaan, potensi kebakaran, tenggelam, dan lain-lain.

Hanya saja pasti ada pertimbangan lain yang sudah diperhitungkan oleh Pemkot dan pihak Pelni, bisa saja dari segi konsentrasi petugas dalam menangani pasien Covid-19 atau alasan lainnya.

Kita harus tetap positive thinking kepada pemerintah dan jangan membiarkannya bekerja sendiri.

Semua pihak harus menjadi solusi, karena tanpa sinergy mengatasi Covid-19 sekaligus membangkitkan ekonomi nasional tidak akan terwujud. (*)

*) Rektor Uniba/Direktur Indeks survey Indonesia (Insurin) dan Ketua Komisi II DK3N

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved