Breaking News:

Virus Corona

Bagaimana Jika Telat Peroleh Dosis Vaksin ke-2? Simak Penjelasan Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes

Berikut ini penjelasan Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, terkait efektivitas vaksin jika terlambat disuntik vaksin dosis kedua.

Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
ILUSTRASI Suasana penyuntikan vaksin Moderna di Aula Gedung Dinkes Bulungan, Jumat (6/8/2021). Berikut ini penjelasan Jubir Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, terkait efektivitas vaksin jika terlambat disuntik vaksin dosis kedua. 

Selain itu, rentang waktu penyuntikan dosis pertama dan dosis kedua, serta dosis pemberian vaksin berbeda-beda sesuai dengan rekomendasi untuk setiap jenis vaksin yang digunakan.

Diketahui, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan laju vaksinasi Covid-19 yang saat ini berada di angka 1 juta-1,25 juta setiap harinya.

Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi keterlambatan dalam pelaksanaan vaksinasi, termasuk untuk penyuntikan dosis kedua yang saat ini sedang terjadi di beberapa daerah.

Masyarakat mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19 di Aula Gedung Dinkes Bulungan (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI)
Masyarakat mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19 di Aula Gedung Dinkes Bulungan (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI) (TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI)

Lantas, bagaimana jika telat melaksanakan vaksin dosis ke-2?

Juru bicara vaksinasi, Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua masih aman, selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli.

"Keterlambatan penyuntikan vaksin dosis kedua selama masih dalam interval yang direkomendasikan para ahli, masih aman dan tidak akan mengurangi efektivitas vaksin pertama sehingga antibodi kita masih dapat terbentuk dengan optimal melawan Covid-19," katanya, dikutip dari Kemkes.go.id.

Adapun untuk vaksin Sinovac, jarak penyuntikan dosis 1 ke dosis kedua adalah 28 hari, sementara vaksin AstraZeneca 2 sampai 3 bulan.

Sementara bagi penyintas dapat divaksin setelah 3 bulan dinyatakan sembuh.

Untuk penyintas yang sudah mendapatkan vaksin dosis 1 sebelum dinyatakan positif, maka bisa melanjutkan vaksinasi dosis kedua setelah sembuh 3 bulan dan tidak perlu mengulang.

Vaksinasi ini merupakan upaya tambahan untuk melindungi seseorang dari potensi penularan Covid-19, sehingga protokol kesehatan mutlak tetap dilakukan untuk memberikan perlindungan yang optimal.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved