Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Bimtek DPRD Jambi Sambil Bagi-bagi Uang Suap, Berikut Keterangan Tersangka Kasus 'Ketok Palu' ke KPK

Bimtek DPRD Jambi sambil bagi-bagi uang suap menjadi keterangan yang disampaikan KPK, berikut pengakuan tersangka kasus 'Ketok Palu' ke KPK.

Rizki
Pengusaha Paut Syakarin alias PS yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pengesahan atau 'Ketok Palu' RAPBD Provinsi Jambi saat digelandang oleh Penyidik KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Minggu (8/8/2021). [Rizki Sandi Saputra] 

TRIBUNKALTARA.COM - Bimtek DPRD Jambi sambil bagi-bagi uang suap menjadi keterangan yang disampaikan KPK, berikut pengakuan tersangka kasus 'Ketok Palu' ke KPK.

Perbuatan tersebut dilakukan pada tahun 2017, di mana pembagi uang suap tersebut adalah Zaenal Abidin, yang menyerahkan uang suap tersebut kepada 13 Anggota DPRD Jambi Komisi III.

Terhitung ada uang sebanyak Rp 2,3 miliar disetorkan oleh pengusaha bernama Paut Syakarin ( PS), yang kini jadi tersangka suap 'ketok palu' kepada DPRD Jambi.

Leih jauh, dalam artikel ini akan menyajikan perjalanan kasus suap yang diungkap oleh KPK ini.

Baca juga: Vaksin Berbayar Dibatalkan Jokowi, Ketua KPK Beri Apresiasi, Mahfud MD Bocorkan Ide Awal

Baca juga: KPK Apresiasi Vonis Hakim untuk Edhy Prabowo, ICW Tak Sepakat, Sebut Layak Dihukum Lebih Berat

Baca juga: Anies Baswedan dan Politikus PDIP Terseret Kasus Korupsi Lahan Munjul, Ketua KPK Beri Isyarat

 Pengusaha bernama Paut Syakirin alias PS telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tindak korupsi dugaan suap pengesahan atau 'ketok palu' Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Jambi Tahun Anggaran 2017.

Kini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penahanan kepada PS di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur.Dalam perkara ini, diketahui Paut Syakarin memberikan uang suap total Rp2,3 miliar kepada para tersangka lain dalam perkara ini.

Pelaksana harian (Plh) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Setyo Budiyanto menjabarkan rincian aliran suap dari PS dalam perkara ini.

"Pada November 2016 Paut diketahui memberikan uang senilai 325 juta rupiah kepada mantan anggota Komisi III DPRD Jambi. Paut memberikan uang tersebut melalui Hasanuddin kepada Effendi Hatta di Bandara Sultan Thaha Jambi," kata Setyo dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Minggu (8/8/2021).

Uang itu kata Setyo, dibagikan kepada 13 mantan anggota DPRD Jambi Komisi III dengan masing-masing anggota menerima uang sebesar Rp25 juta.

"Uang itu sudah dibagikan oleh sdr. Zainal Abidin kepada 13 anggota Komisi III di salah satu hotel di Bogor Jawa Barat saat acara Bimtek," tutur Setyo.

Hal tersebut kembali dilakukan PS pada Januari 2017, yang bersangkutan kata Setyo kembali memberikan uang yang kali ini jumlahnya sebesar Rp1,950 Milliar kepada Effendi Hatta dan Zaenal Abidin.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved