Berita Nasional Terkini

Jokowi Minta Harga Tes PCR Diturunkan Jadi Rp 450 Ribu, Sempat Dikritik Harga Lebih Mahal dari India

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menurunkan biaya tes polymerase chain reaction (PCR) Covid-19.

Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI
Laboratorium BSL-2 di Kantor Dinkes Kaltara, yang mampu menguji sampel dan tes PCR, Senin (15/2/2021). ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI ) 

TRIBUNKALTARA.COM, JAKARTA -  Setelah sempat jadi perbincangan terkait mahalnya harga tes PCR, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menurunkan biaya tes polymerase chain reaction (PCR) Covid-19.

Harga tes PCR di Indonesia saat ini jauh lebih mahal dibanding di India. Hal ini menjadi pertanyaan sejumlah kalangan, termasuk  Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Prof Tjandra Yoga Aditama.

Menurut Prof Tjandra  yang juga eks Direktur WHO Asia Tenggara ini, biayanya tes PCR di India saat awal pandemic Covid-19 sebesar 2400 rupee atau Rp 480.000.

Sementara waktu itu tarif tes PCR di Indonesia masih sekitar lebih dari 1 juta rupiah.

Baca juga: Perintah Terbaru Jokowi kepada Menkes, Harga PCR Maksimal Rp 550 Ribu, Hasil Diketahui 1x24 Jam

Prof. Tjandra pernah menjabat Direktur WHO Asia Tenggara dan berkantor di New Delhi.

Pada November 2020 pemerintah kota New Delhi menetapkan harga baru PCR jauh lebih rendah lagi, hanya 1200 rupee atau Rp 240.000.

 “Turun separuhnya dari yang saya bayar di bulan September 2020,” ujarnya.

Lalu turun lagi harga tarif PCR menjadi 800 rupee saja (Rp 160.000) untuk pemeriksaan di laboratorium dan RS swasta.

Selanjutnya awal Agustus 2021 ini pemerintah kota New Delhi menurunkan lagi patokan tarifnya, menjadi 500 rupee, atau Rp 100 ribu saja.

Kalau pemeriksaannya dilakukan di rumah klien maka tarifnya adalah 700 rupee, atau Rp 140 ribu rupiah.

Baca juga: Harga Tes PCR di Indonesia Jauh Lebih Mahal Dibanding d India, Prof Tjandra: Ini Perlu Ditelusuri

Sementara itu tarif pemeriksaan rapid antigen adalah 300 rupee atau Rp 60 ribu rupiah

Menanggapi mahalnya harga tes PCR, Presodem Jokowi dalam keterangan pers, Minggu (15/8/2021), menyatakan dengan menurunkan tes PCR akan mampu memperbanyak testing.

"Salah satu cara untuk memerbanyak testing adalah dengan menurunkan harga tes PCR."

"Dan saya sudah berbicara dengan Menteri Kesehatan mengenai hal ini, saya minta agar biaya tes PCR berada di kisaran Rp 450 ribu sampai Rp 550 ribu," ungkap Jokowi, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved