Travel

Mengenang Kejayaan di Museum Kesultanan Bulungan, Peristiwa Bultiken Membekas di Ingatan Datu Hamid

Peristiwa Bultiken 1964 pun sangat membekas di ingatan Datu Hamid. Dirinya yang hampir 15 Tahun tinggal di Istana, harus melihat Kejayaan Kesultanan.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Bangunan Museum Kesultanan Bulungan di Tanjung Palas, dahulu kompleks Istana Kesultanan memiliki tiga buah Istana, yang kini tidak tersisa, karena hangus dibakar pada Tragedi Bultiken 1964 . 

Gedung satu lantai yang dibangun Tahun 1998 atas jasa Mantan Bupati Bulungan RA Bessing, kini menjadi Museum Kesultanan Bulungan.

Namun, kondisinya kini kurang terawat karena minimnya perhatian dari pemerintah setempat, ditambah dengan kondisi pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PPKM, kini Museum Kesultanan Bulungan tutup untuk sementara waktu.

Baca juga: KIPI Tanah Kuning dan Mangkupadi Tak Kunjung Terealisasi, Bupati Bulungan Evaluasi Izin Lokasi

"Ini dibangun Pak Bessing Tahun 1998, ini tidak ada dana operasional, sekarang penjaga di sini hanya dihonor sama Disdikbud Kabupaten," keluhnya.

"Dan dari Dinas Kabupaten mengatakan jangan dibuka selama PPKM, jadi kami ikut saja, jadi sudah hampir satu bulan ini tutup," tuturnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved