Berita Tarakan Terkini

Penerbitan Buku Nikah Bakal Dihentikan, Diganti Kartu Nikah Digital, Kemenag Tarakan Habiskan Stok

Penghentian penerbitan kartu nikah dalam bentuk diberlakukan mulai Agustus 2021 tahun ini oleh Kemenag RI. Bakal diganti kartu nikah digital.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ DOKUMENTASI WEDDING ORGANIZER
Mulai tahun ini, Kemenag RI bakal mengehentikan penerbitan buku atau kartu nikah bagi cattin secara fisik. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Penghentian penerbitan kartu nikah dalam bentuk diberlakukan mulai Agustus 2021 tahun ini oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Adapun penggantinya, Kemenag mengeluarkan kebijakan penerbitan kartu nikah digital yang telah dirilis sejak Mei 2021.

Ini disampaikan Kepala Subdit Mutu, Sarana Prasarana, dan Sistem Informasi KUA Ditjen Bimas Islam Jajang Ridwan yang dikutip Kompas.com, Selasa (10/8/2021) lalu.

Baca juga: Perdana di Nunukan, Kepala Kemnag Nunukan Saleh Serahkan Kartu Nikah Berbasis Website ke 10 Pasutri

Ketentuan tersebut sesuai dengan diatur dalam Surat Ditjen Bimas Islam B2361/Dt.III.II/PW.01/07/2021 terkait Penggunaan Kartu Nikah Digital.

Lantas bagaimana dengan penerapannya di Kota Tarakan? Dikatakan H. Asmawan, Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Tarakan, memang benar adanya informasi mengenai penghentian penerbitan tersebut.

Baca juga: Tips Bedakan Buku Nikah Asli dan Palsu, Cek QR Code yang Ada di Dalam Buku NIkah

“Memang Menag sudah menyampaikan hal itu. Khususnya di seluruh KUA baik di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan,” bebernya.

Namun lanjutnya menindaklajuti kebijakan baru itu, pihak Kemenag Tarakan tidak serta merta langsung menghilangkan buku nikah bagi pasangan yang baru menikah di tahun ini.

Kepala Kementerian Agama Nunukan, Saleh memberikan kartu nikah kepada Pasutri yang baru menikah, Senin (08/02/2021), pagi. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis.
Kepala Kementerian Agama Nunukan, Saleh memberikan kartu nikah kepada Pasutri yang baru menikah, Senin (08/02/2021), pagi. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus felis. (TRIBUNKALTARA.COM/FELIS)

“Tidak serta merta dihilangkan. Tarakan sendiri tetap mencetak buku nikah. Habiskan dulu stok buku nikah yang ada. Setelah habis baru kita menggunakan kartu nikah digital untuk cattin yang akan nikah nantinya,” beber H. Asmawan.

Saat ini lanjutnya, stok buku nikah saat ini masih mencukup selama setahun.

“Untuk jumlah belum dihitung, perkiraan bertahan sampai setahun stoknya. Kalau sudah stok fisik habis baru pakai yang digital,” bebernya.

Baca juga: Aurel Hermansyah dan Atta Halilntar Foto Buku Nikah hingga Sebut akan Dipingit Jelang Pernikahan

Lebih lanjut diungkapkannya, persyaratan membuat kartu nikah digital di antaranya dikhususkan pengantin yang baru menikah. Pertama mendaftar terlebih dahulu di masing-masing KUA, setelah menikah, baru bisa memperoleh kartu nikah digital.

Ia melanjutkan, bagi pasangan suami istri yang sudah menikah misalnya 10 tahun lalu, lalu ingin memperbarui buku nikah atau kartu nikah atau ingin juga memiliki kartu nikah digital, kemungkinan bisa saja dilakukan.

“Bisa itu nanti datang saja ke KUA melaporkan nanti dibuatkan,” ujarnya.

Adapun biaya pembuatan kartu nikah digratiskan. Tidak ada pengenaan biaya administrasi pembuatan kartu nikah lanjutnya.

Adanya kartu nikah digital ini diharapkan bisa mempermudah pasanga suami istri. Manakala mengurusi administrasi yang membutuhkan surat nikah, tinggal menunjukkan kartu digital.

Baca juga: Nikahi Mantan Istri Sahabat, Alvin Faiz Dapat Cibiran Netizen: Lah Cepet Banget

“Tidak ribet memfotokopi lagi. Misalnya ada pengurusan administrasi, orang pasti bawa hp, kalau disimpan di hp,” ujarnya.

Adapun sosialisasi sendiri lanjutnya, memang belum dilakukan secara luas. Tentu akan melibatkan media dalam hal sosialisasi kartu nikah digital ini.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved