Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Pemerintah Indonesia Perpanjang PPKM Jawa-Bali, Marinves Luhut Umumkan Penambahan 8 Daerah Lagi

Pemerintah Indonesia perpanjang PPKM Jawa-Bali hingga 23 Agustus 2021, Marinves Luhut Binsar Pandjaitan umumkan ada penambahan 8 daerah lagi.

Tribun Kaltara
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Nunukan turun menjadi Level 3. Meski demikian Pemkab Nunukan tetap melakukan pengawasan ketat di pintu masuk. 

- 15 Agustus: 20.813

2. Kasus Sembuh Harian

Adapun kasus sembuh harian juga menunjukkan angka yang naik turun. 

Jumlah kasus sembuh harian di kisaran 30 ribu hingga 44 ribu.

Baca juga: Hari Ini PPKM Jawa-Bali Berakhir, Apakah Diperpanjang lagi? Hasil Survei Masyarakat Berharap Ini

Berikut kasus sembuh harian selama sepekan: 

- 9 Agustus: 44.959

- 10 Agustus: 41.486

- 11 Agustus: 39.931

- 12 Agustus: 36.637

- 13 Agustus: 36.637

- 14 Agustus: 42.003

- 15 Agustus: 30.361

3. Kasus Kematian Menurun

Sempat tinggi pada 10 Agustus lalu, kasus kematian cenderung menurun. 

Pada 10 Agustus, kasus kematian sebanyak 2.048. 

Setelah itu cenderung menurun. 

Berikut angka kematian harian dalam sepekan: 

- 9 Agustus: 1.475

- 10 Agustus : 2.048

- 11 Agustus :1.579

Baca juga: Bocoran Jadwal hingga Lokasi Pernikahan Rizky Billar dan Lesti Kejora, Sempat Ditunda Gegara PPKM

- 12 Agustus : 1.466

- 13 Agustus :1.432

- 14 Agustus: 1.270

- 15 Agustus: 1.222

Marinves Resmi Umumkan PPKM Jawa-Bali Diperpanjang

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ( Marinves) Luhut Binsar Panjaitan Resmi Umumkan PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 23 Agustus.

Keputusan ini diambil, setelah pemerintah Indonesia telah memberlakukan perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) selama beberapa waktu terakhir.

Sesuai dengan evaluasi, kebijakan PPKM yang diambil telah berhasil menurunkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate ( BOR) di rumah sakit.

Selain terlihat di seluruh provinsi di Pulau Jawa, penurunan BOR juga tampak secara nasional.

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang Lagi, Wali Kota Tarakan Khairul Tegaskan Taati Prokes 6 M

Pemerintah tetap melanjutkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 di Jawa dan Bali mulai 17 hingga 23 Agustus 2021. 

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers virtual, Senin (16/8/2021) 

"Atas arahan dan petunjuk Presiden Republik Indonesia maka PPKM Level 4, 3, dan 2 di Jawa-Bali akan diperpanjang sampai tanggal 23 Agustus 2021," kata Luhut.

Untuk diketahui Perpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4  di Jawa dan Bali ini merupakan yang ke empat kalinya.

PPKM Level 4 pertama kali bernama PPKM Darurat yang diterapkan pada 3-20 Juli 2021 menyusul lonjakan kasus yang terjadi secara eksponensial.

Baca juga: Hari Ini PPKM Jawa-Bali Berakhir, Apakah Diperpanjang lagi? Hasil Survei Masyarakat Berharap Ini

PPKM darurat kemudian kembali diperpanjang hingga 25 Juli 2021.

Pemerintah kembali melanjutkan dengan kebijakan PPKM Level 4 dan 3 yang berlaku sejak 26 Juli sampai 16 Agustus 2021.

Adapun PPKM Level 4 dan Level 3 di luar Jawa-Bali telah diperpanjang sampai 23 Agustus 2021. 

Tanggapan Walikota Tarakan soal PPKM Level 4 Diperpanjang

Wali Kota Tarakan dr Khairul, M.Kes akhirnya mengeluarkan surat edaran (SE) perpanjangan PPKM level 4 di Kota Tarakan per 10 Agustus 2021.

Dalam SE tersebut kembali beberapa poin disampaikan Wali Kota Tarakan. SE itu menindaklanjuti Inmendagri Nomor 31 tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid-19 di Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan papua tanggal 9 Agustus 2021.

Kemudian juga Instruksi Gubernur Kaltara tentang PPKM Level 4 di Wilayah Kota Tarakan. Ditegaskan dalam SE tersebut, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan dilakukan melalui pembelajaran jarak jauh.

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, Wali Kota Tarakan dr Khairul Tekankan Fokus Penyekatan di Lingkup RT

Kemudian poin kedua, pelaksanaan kegiatan sector non esensial diberlakukan 50 -100 persen WFH disesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing unit sektor non esensial.

Dalam SE tersebut poin selanjutnya dijabarkan sektor esensial di antaranya keuangan dan perbankan, pasar modal, teknologi informasi, perhotelan, industry ekspor impor, sektor pemerintahan dapat beroperasi dengan ketentuan work from office (WFO) 50-100 persen menyesuaikan kebutuhan dan sesuai prokes yang ketat.

Kemudian sektor kritikal seperti kesehatan, keamanan, ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistic, makanan dan minuman penunjang, pupuk, semen dan bahan bangunan, obyek vital, proyek strategis, konstruksi, utilitas dasar seperti listrik dan pengelolalaan sampah dapat beroperasi sesuai ketentuan bisa WFO dengan prokes ketat.

Baca juga: Kembali Masuk PPKM Level 4, Wali Kota Tarakan Khairul Sebut Sekarang Sudah Muncul Klaster Komunitas

“Untuk pasar tradisional, pedagang kaki lima, laundry, asongan, pangkas rambut, harus menyiapka hand satiniter dan cuci tangan. Untuk supermarket dan minimarket dibatasi sampai pukul 20.00 WITA,” beber Khairul.

Dibeberkan Khairul, sejak 1,5 bulan terakhir, kasus Covid-19 di Tarakan terus naik. Mulai dari zona kuning mendekati hijau dan saat ini sudah memasuki zona merah.

“Dengan angka kematian hampir tiga kali lipat dari angka kematian tertinggi sejak masuknya Covid-19 di Tarakan,” ujarnya.

Aktivitas tempat hiburan malam ditutup sementara selama PPKM hingga 9 Agustus 2021 mendatang
Aktivitas tempat hiburan malam ditutup sementara selama PPKM hingga 9 Agustus 2021 mendatang (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Bahkan lanjut Khairul, saat ini Kaltara berada urutan ke-2 secara nasional kasus harian tertinggi per 100.000 penduduk.

“Pertanyaannya, kapankah pandemi ini akan berakhir? Secara teori, jika sudah ada kekebalan massal (herd immunity). Lantas, kapan kekebalan massal akan terjadi? Jika 65 persen penduduk sudah memiliki kekebalan,” beber Khairul.

Kekebalan yang dimaksud mulai dari kekebalan yang terjadi secara alamiah atau sudah terinfeksi, maupun kekebalan secara buatan melalui vaksinasi.

Baca juga: Termasuk Tarakan, Berikut Daerah yang Terapkan PPKM Level 4 Luar Jawa-Bali sampai 23 Agustus 2021

“Jika kita memilih opsi satu, artinya ada 175.000 penduduk Tarakan yang akan terinfeksi. Itu asumsi jumlah penduduk 270 ribu, baik OTG, ringan, sedang dan berat,” ujarnya.

Sementara itu, secara statistik, 10 sampai 12 persen bergejala sedang sampai berat yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

“Kira-kira 17.500 pasien. Tempat tidur rumah sakit seluruh Tarakan tersedia saat hanya sekitar 1.000 unit. Maka jika infeksi dibiarkan ‘liar’ tanpa ‘pengaturan’ melalui protokol kesehatan akan menyebabkan sistem kesehatan kita mulai dari puskesmas, rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan lainnya bisa kollaps,” bebernya.

Karena tidak mampu menangani pasien dengan baik sehingga meningkatkan probabilitas kematian pasien. Sehingga lanjutnya, yang bijaksana saat ini adalah ditegaskan Khairul, jangan melakukan infeksi secara bersamaan.

“Ini agar pasien tidak menumpuk dalam satu kurun waktu yang bersamaan. Sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan pertolongan terbaik dalam penyelamatan nyawa pasien,” ujarnya.

Caranya lanjut Khairul, melaksanakan prokol kesehatan secara ketat melalui 6 M. Dimulai dari sesering mungkin cuci tangan, pakai masker jika berada di luar rumah atau bertemu dengan orang bukan serumah.

Kemudian jaga jarak, hindari kerumunan, kurangi mobilitas ke luar rumah jika tidak perlu, dan hindari makan bersama di tempat umum.

Baca juga: PPKM Level 4 Berakhir Hari ini, Bupati Bulungan Syarwani Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

“Sambil menunggu ikhtiar pemerintah mewujudkan kekebalan massal melalui vaksinasi hingga mencapai 65 persen penduduk Tarakan. Saat ini baru 15 persen penduduk tervaksinasi,” ujarnya.

Sehingga memang diperlukan keteladanan, kesabaran, ketekunan, jangan bosan dan jangan pernah menyerah mengimplementasikan protokol kesehatan.

“Serta jangan pernah lelah berdoa kepada Allah SWT agar Tarakan, Kaltara, Indonesia dan seluruh dunia terbebas dari pandemi ini,” pungkasnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PPKM Jawa-Bali Diperpanjang hingga 23 Agustus 2021, Ada Tambahan 8 Daerah

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BREAKING NEWS: Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa-Bali hingga 23 Agustus 2021

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved