Berita Tarakan Terkini

Nama Pejabat Publik Dicatut,Tim Siber Diterskrimsus Polda Kaltara Monitoring dan Siap Terima Laporan

Tim Siber Ditreskrimsus Polda Kaltara merespons banyaknya kasus pencatutan nama pejabat publik serta menggunakan foto untuk modus penipuan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HUMAS PEMKOT TARAKAN
Bukti screenshoot edaran pemberitahuan yang dipastikan palsu ini mencatut nama Sekda Tarakan Hamid Amren. 

TRIBUKALTARA.COM, TARAKAN – Tim Siber Ditreskrimsus Polda Kaltara merespons banyaknya kasus pencatutan nama pejabat publik serta menggunakan foto untuk modus penipuan.

Dikatakan Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kaltara, AKP M. Ali Suhadak melalui Kanit 1 Subdit 5 Siber Ditreskrimsus Polda Kaltara, IPDA Yazwar, dalam hal ini pihaknya sifatnya memonitoring terlebih dahulu kasus-kasus yang terjadi.

Jika semisal dari pihak yang dicatut namanya keberatan, maka mereka bisa melaporkan. Saat ini lanjut IPDA Yazwar, sejauh ini nama-nama yang dicatut dugaan penipuan belum ada melaporkan ke Polda Kaltara.

Baca juga: Namanya Dicatut, Effendhi Djuprianto akan Lapor ke Polsek Tarakan Barat, Kapolsek:Belum Terima Aduan

“Tapi kalau di kami tetap monitoring,” bebernya.

Sebelumnya beredar informasi, nama Wakil Wali Kota Tarakan, Efendhi Djuprianto dicatut dengan modus memberikan informasi kepada pengurus masjid bahwa akan ada pencairan bantuan atau donasi dari Pemkot Tarakan.

Dalam hal ini dua nama pejabat publik sekaligus ikut dicatut di antaranya Wakil Wali Kota Tarakan Efendhi Djuprianti dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tarakan, Hamid Amren.

Baca juga: Waspada Penipuan, Nama dan Foto Wakil Wali Kota Tarakan Efendhi Djuprianto Ikut Dicatut

Untuk kasus Efendhi Djuprianto, pelaku mengupload foto Wakil Wali Kota Tarakan di nomor WA WA +6281217338095 menghubungi salah seorang warga yang merupakan pengurus masjid.

Pemilik nomor WA itu mengaku Bernama Bapak Efendi mewakili Pemkot Tarakan menyampaikan ada bantuan donasi dari Pemkot Tarakan bagi pengurus masjid, yayasan dan panti asuhan.

Pelaku juga menyertakan edaran pemberitahuan persyaratan pencairan donasi kepada yayasan, panti dan pengurus masjid.

Hamid Amren, Sekda Tarakan.
Hamid Amren, Sekda Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Di mana dalam edaran tersebut, nama Sekda Tarakan Hamid Amren juga turut dicatut. Surat edaran itu diketahui dikeluarkan tanggal 16 Agustus 2021.

Setelah di Tarakan, ternyata di kabupaten lainnya sempat muncul dan beredar informasi nama pejabat Intel Kejari Malinau turut dicatut orang tak bertanggung jawab dan dilibatkan dalam hal adanya pencairan bantuan.

Merespons hal ini kata IPDA Yazwar, pihaknya saat ini kapasitasnya melakukan monitoring terlebih dahulu. Untuk tindak lanjutnya sendiri pihaknya menunggu laporan dari korban.

Baca juga: Waspada Edaran Pemberitahuan Donasi Mengatasnamakan Pemkot Tarakan, Hamid Tegaskan Itu Penipuan

“Kalau misalnya korbannya merasa dirugikan. Sampai saat ini korban belum melapor ke tempat kita di Polda Kaltara,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Ipda Yazwar, seandainya pihak korban nanti membuat laporan maka langkah yang akan ditempuh tim cyber akan melakukan investigasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved