Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Dalam Sebulan Polres Malinau Gagalkan 2 Transaksi Sabu, Waspadai Peredaran Narkoba Lintas Kabupaten

Sejak awal Agustus 2021, Satuan Reserse Narkoba Polres Malinau menggagalkan 2 upaya transaksi narkotika di Kabupaten Malinau.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Kapolres Malinau, AKBP Reza Pahlevi (kiri) bersama Wakapolres, Kompol P Simanjuntak (kanan) saat menggelar rilis pers di Mapolres Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Sejak awal Agustus 2021, Satuan Reserse Narkoba Polres Malinau menggagalkan 2 upaya transaksi narkotika di Kabupaten Malinau.

Pada Rabu malam, 11 Agustus 2021 lalu, seorang Pria inisial RS (39) warga domisili Malinau Kota diringkus Satresnarkoba di Desa Salap, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.

RS dibekuk petugas di Pos batas lintas Malinau-Nunukan lantaran menyeludupkan narkoba jenis sabu seberat 48,95 gram dalam jok kendaraan roda dua miliknya dari Desa Mensalong, Kabupaten Nunukan.

Baca juga: Diduga Pengedar, Seorang Pria di Pelita Kanaan Dibekuk Polres Malinau, Sabu 13,50 Gram Disita Polisi

Berselang 10 hari kemudian, Satresnarkoba kembali mengamankan seorang Pria inisil J alias T, dipercayai seusai mengonsumsi narkoba jenis sabu di kediamannya, di Desa Pelita Kanaan, Kecamatan Malinau Kota.

Pria J yang juga merupakan residivis kasus yang sama tersebut diringkus di Kediamannya. Polisi menemukan sebungkus serbuk putih diduga sabu seberat 13,50 gram lengkap dengan alat isap serta uang tunai senilai Rp 3,1 juta.

Baca juga: Sabu 324 Kg dari Malaysia dan Thailand Berhasil Diamankan BNN, Sempat Dibuang ke Semak-semak

Pelaku diduga kuat merupakan pengedar sabu lintas kecamatan. Satreskoba Polres Malinau menerangkan wilayah kerja pelaku lintas Kecamatan Malinau Kota dan Mentarang.

Kapolres Malinau, AKBP Reza Pahlevi menilai, Kabupaten Malinau merupakan satu dari sekian alternative perlintasan dan perdagangan narkoba.

Kapolres Malinau, AKBP Reza Pahlevi (kiri) bersama Wakapolres, Kompol P Simanjuntak (kanan) saat menggelar rilis pers di Mapolres Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu
Kapolres Malinau, AKBP Reza Pahlevi (kiri) bersama Wakapolres, Kompol P Simanjuntak (kanan) saat menggelar rilis pers di Mapolres Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Selain karena letaknya yang berada di wilayah perbatasan RI-Malaysia, juga sebagai lokasi persinggahan antara kabupaten/kota di Kalimantan Utara dan dari wilayah provinsi tetangga, Kalimantan Timur.

“Perdagangan narkoba menjadi atensi khusus kita. Ada jalur-jalur lintasan yang kita waspadai, utamanya jalur darat. Selain karena Malinau wilayah perbatasan, jalur dari kabupaten/kota termasuk provinsi juga dimanfaatkan sebagai lokasi transaksi,” ujarnya, Rabu (24/8/2021).

Baca juga: Tergiur Upah Rp 2 Juta, Pria RS Terancam 20 Tahun Penjara, Terciduk Jadi Kurir Sabu di Pos Batas

Reza Pahlevi yang baru menjabat sekira 10 hari sebagai Kapolres Malinau tersebut menyampaikan komitmennya untuk memberantas peredaran narkotika di Bumi Intimung. Dia berharap nasyarakat dan seluruh instansi terkait dapat mendukung upaya tersebut.

Ditanya mengenai kaitan pengungkapan dua kasus terakhir, Reza Pahlevi menyampaikan sejauh ini kedua pelaku mengaku tidak saling mengenal. Satresnarkoba akan terus menyelidiki dugaan keterkaitan jaringan peredaran narkoba lintas kabupaten tersebut.

Baca juga: Selundupkan 48,95 Gram Sabu Dalam Jok Motor, Pria RS Dibekuk Satreskoba Polres Malinau di Desa Salap

“Dari hasil pemeriksaan Satresnarkoba, kedua pelaku mengaku tak saling kenal. Kita akan terus melakukan pengembangan kasus. Kemungkinan nantinya akan terungkap jaringan dari temuan kasus yang sama,” katanya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved