Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Tim Poltekba Latih Santriwati Ponpes Subulusalam Cara Mengolah Bahan Pangan Lokal Kaya Zat Besi

Tim Dosen Poltekba melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan olahan berbahan pangan lokal kaya zat besi di Ponpes Subulusalam, Balikpapan.

Editor: Sumarsono
HO/Poltekba
Tim Dosen Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) memberikan pelatihan tentang pembuatan olahan berbahan pangan lokal kaya zat besi di Ponpes Subulusalam, Balikpapan. 

TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPAN – Tim Dosen Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) melakukan penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan olahan berbahan pangan lokal kaya zat besi di Ponpes Subulusalam, Balikpapan.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung April hingga Agustus 2021 melibatkan Tim Dosen Poltekba terdiri dari Praseptia Gardiarini, SGz, MPH sebagai ketua tim serta 3 anggota, yakni Chardina Dianovita, SGz, MGz; Ranti Rustika, MPar; dan Abdul Gafur, MPd.

Tujuan melatih para santriwati di Ponpes Subulusalam mengolah bahan pangan kayak zat besi, salah satunya untuk mencegah para santri mengalami anemia (kekurangan darah).

Menurut Praseptia Gardiarini selaku Ketua Tim, santriwati yang belajar dan tinggal di pesantren rentan mengalami anemia.

Baca juga: Tim Poltekba Kembangkan Irigasi Tetes Berbasis IoT di Sepinggan, Bantu Petani Hemat Penggunaan Air

Hal ini disebabkan menu makanan yang dikonsumsi oleh santriwati dirasa masih kurang mengandung zat besi.

“Sehingga kami perlu mengadakan penyuluhan dan pelatihan tentang pembuatan olahan berbahan pangan lokal kaya zat besi. Tujuannya mencegah anemia santriwati di Ponpes Subulusam,” ujarnya, Minggu (29/8/2021).

Kegiatan ini meliputi penyuluhan dan pelatihan tentang cara pembuatan olahan makanan kaya zat besi.

“Target kami, pengelola pondok pesantren mampu menyediakan makanan yang kaya zat besi guna mencegah anemia pada santriwati,” jelas Praseptia.

Baca juga: Laksanakan Program PKM, Tim Dosen Poltekba Bantu Penerangan Jalan Umum di Kampung Pinisi Balikpapan

Untuk itu tim pengabdian berencana melakukan pelatihan pembuatan menu makanan yang kaya akan zat besi. Bahan pangan lokal yang digunakan seperti hati ayam, bayam dan tempe.

Menurutnya, banyak bahan makanan lokal yang kaya akan zat besi. Hanya saja masih belum mengerti bagaimana cara mengolahnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved