Berita Nasional Terkini

PKS Minta Kemenhub Batalkan PeduliLindungi Jadi Syarat Perjalanan: Apa Untungnya untuk Masyarakat?

Politisi PKS di DPR Sigit Sosiantomo meminta Kemenhub membatalkan pemakaian aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat perjalanan.

Editor: Amiruddin
TribunKaltara.com
ILUSTRASI Aplikasi PeduliLindungi. Politisi PKS di DPR Sigit Sosiantomo meminta Kemenhub membatalkan pemaikan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat perjalanan. (TribunKaltara.com) 

TRIBUNKALTARA.COM - Penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai salah satu sayarat untuk melakukan perjalanan menuai sorotan.

Kali ini sorotan disampaikan anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera atau PKS DPR RI Sigit Sosiantomo.

Ia bahkan dengan tegas meminta Kemenhub membatalkan pemakaian aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat perjalanan.

Salah satu alasannya kata dia, karena tak semua masyarakat menggunakan telepon seluler atau ponsel jenis android.

Sigit Sosiantomo tak ingin, dengan persyaratan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat perjalanan, malah semakin memberatkan masyarakat di masa sulit seperti saat ini.

Anggota Fraksi PKS DPR RI ini menilai penggunaan aplikasi PeduliLindungi tidak serta merta akan mencegah penyebaran Covid-19.

Baca juga: Bisa Via Aplikasi atau SMS! Cara Lengkap Download Sertifikat Vaksin Covid-19 peduliLindungi.id di HP

Kebijakan mewajibkan penggunaan aplikasi itu akan semakin membebani masyarakat di saat pandemi.

"Saya minta Kemenhub membatalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat perjalanan. Apa untungnya untuk masyarakat? Malah semakin membebani.

Syarat perjalanan dengan PCR dan sertifikat vaksin saja sudah cukup membebani mereka dan menambah biaya perjalanan.

Ditambah lagi dengan syarat aplikasi ini. Jangan membuat kebijakan yang hanya semakin menyusahkan rakyat," kata Sigit, Minggu (29/8/2021).

Sigit mengatakan kewajiban menggunakan aplikasi pedulilindungi sebagai syarat perjalanan akan membebani masyarakat karena tidak semua masyarakat terbiasa dan menggunakan HP canggih.

Masih banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang menggunakan HP yang tidak didukung sistem android.

"Harus dipahami, tidak semua orang punya Hp dengan sistem android yang bisa mensupport aplikasi PeduliLindungi ini. Masih banyak rakyat yang pakai HP jadul yang hanya bisa telepon dan sms saja.

Bagaimana jika mereka terpaksa harus berpergian dan tidak punya HP yang support? Kan jadinya menyusahkan saja karena rakyat terpaksa ganti HP dan download aplikasi." Kata Sigit.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved