Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Dapat PHK Perusahaan di Malaysia, 16 PMI Kembali ke Tanah Air Melalui Jalur Ilegal di Krayan Nunukan

Dapat PHK perusahaan di Malaysia, 16 Pekerja Migran Indonesia atau PMI kembali ke tanah air melalui jalur ilegal di Kecamatan Krayan, Nunukan.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALARA.COM/FELIS
PMI dari Krayan tiba di Bandara Nunukan dijemput Imigrasi Nunukan, pada Maret 2021 lalu. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Dapat PHK perusahaan di Malaysia, 16 Pekerja Migran Indonesia atau PMI kembali ke tanah air melalui jalur ilegal di Kecamatan Krayan, Nunukan.

Sebanyak 16 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dikabarkan kembali ke tanah air melalui jalur ilegal di Krayan, Kabupaten Nunukan.

Kabar kepulangan belasan PMI dari Lawas, Serawak-Malaysia itu dibenarkan oleh Camat Krayan, Haberly.

Baca juga: Bungkus Sabu 12,5 Kg Pakai Plastik Teh China, Seorang Buruh Pelabuhan Nunukan Ditangkap Polisi

"Iya betul. Kemarin sore ada 16 PMI yang terdiri dari 9 orang dewasa dan 7 orang anak-anak. Mereka dari Lawas, Serawak masuk melalui perbatasan ke Desa Long Midang, Krayan," kata Haberly kepada TribunKaltara.com, melalui telepon seluler, Selasa (31/08/2021), pukul 13.30 Wita.

Saat ditanyai alasan kembalinya PMI melalui jalur ilegal, jawab Haberly, mereka sebagian mendapat PHK oleh perusahaan sawit di Lawas dan sisanya habis masa kontrak kerja.

"Sebagian besar yang pulang melalui Krayan itu kerjanya buruh sawit di Lawas. Dari pengakuan mereka sebagian di PHK oleh perusahaan akibat pandemi. Sebagian lagi karena kontrak kerjanya sudah habis," pungkasnya.

Menurutnya, kabar ketibaan PMI di perbatasan itu diperoleh pihaknya langsung dari seorang PMI melalui telepon seluler.

Untuk mendapat kabar PMI yang kembali ke Indonesia melalui jalur ilegal, kata Haberly, pihaknya memasang nomor kontak gugus tugas di tempat berlabuh kapal.

"Jadi begitu PMI tiba di perbatasan bisa langsung kontak nomor itu. Setelah itu kami jemput pakai kendaraan BPBD dan bawa ke pos Satgas Pamtas. Jaraknya ke pos 1,6 kilometer, terkadang ada PMI yang tidak bisa telepon, mereka terpaksa jalan ke pos. Nanti Satgas Pamtas hubungi kami jemput," ucapnya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kaltara Selasa 31 Agustus 2021, 6 Wilayah di Kabupaten Nunukan Diguyur Hujan Ringan 

Haberly menjelaskan, sesuai SOP penerimaan PMI, saat tiba di perbatasan, PMI itu dijemput dengan kendaraan dari BPBD menuju pos Satgas Pamtas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved