Manfaat Wortel

Kaya Antioksidan, Wortel ungu Diklaim Lebih Efektif Cegah Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes

Tahukah kamu, wortel ungu diklaim efektif mencegah risiko penyakit jantung hingga diabetes dibandingkan dengan wortel oranye yang biasanya dijumpai.

Penulis: Titik Wahyuningsih | Editor: Sumarsono
Flickr
Ilustrasi wortel ungu, simak manfaatnya dibanding wortel biasa 

Simak manfaat wortel ungu lainnya berikut ini:

Baca juga: Bantu Proses Detoksifikasi Tubuh, Simak 7 Manfaat Jus Wortel dan Bit yang Perlu Diketahui

1. Cegah kanker

Studi menunjukkan bahwa antioksidan kuat yang ditemukan dalam wortel ungu memiliki sifat melawan sel-sel pencetus kanker.

Sebuah penelitian terhadap anthocyanin menunjukkan bahwa kandungan tersebut mampu menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker payudara, hati, kulit, darah dan usus besar.

Sebuah tinjauan terhadap sepuluh penelitian pada 141.187 wanita mengaitkan asupan tingi semua jenis wortel dengan penurunan risiko kanker payudara sebesar 21%.

Wortel ungu, simak 5 manfaat konsumsi wortel ungu untuk kesehatan
Wortel ungu, simak 5 manfaat konsumsi wortel ungu untuk kesehatan (stock.adobe.com)

2. Bantu turunkan berat badan

Studi populasi menunjukkan bahwa orang yang makan makanan kaya sayuran cenderung memiliki berat badan yang stabil dibandingkan dengan yang mengonsumsi sayuran lebih sedikit.

Hal ini karena sayuran seperti wortel rendah kalori namun bergizi tinggi, menjadikannya makanan yang ramah untuk menurunkan berat badan.

Wortel ungu memiliki sumber serat larut yang baik, membantu mengurangi nafsu makan dengan meningkatkan hormon yang menghasilkan perasaan kenyang seperti peptida YY.

Studi terhadap 100 perempuan yang mengonsumsi 200 gram wortel saat makan siang membuktikan hal ini.

Mereka merasa jauh lebih kenyang dan pada akhirnya makan lebih sedikit dari biasanya.

Baca juga: Tinggi Antioksidan dan Cegah Kanker, Ini 5 Manfaat Wortel Ungu untuk Kesehatan yang Perlu Diketahui

3. Meredakan sindrom metabolik

Sindorm metabolik adalah suatu kondisi yang ditandair dengan munculnya beberapa gejala seperti penumpukan lemak perut, kolesterol tinggi, tekanan darah dan kadar gula darah yang tidak normal.

Sindrom metabolik dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved