Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Antisipasi Konflik Agraria, Fomma Kayan Mentarang Jelaskan Urgensi Pengakuan Hak Adat oleh Negara

Ketua Forum Musyawarah Masyarakat Adat (Fomma) Kayan Mentarang, Dolvina Damus memyampaikan pentingnya legalitas atas kawasan adat.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Ilustrasi, wilayah hutan masyarakat di daerah Mentarang Baru, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (TribunKaltara.com / Mohammad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kabupaten Malinau merupakan kabupaten terluas di Provinsi Kalimantan Utara.

Dengan luas wilayah sekira 3,9 juta hektar, Kabupaten yang dijuluki Bumi Intimung tersebut dihuni beragam etnis, suku serta masyarakat adat.

Baca juga: Desa Long Jalan Malinau Miliki 18.891 Hektar Hutan, KKI Warsi: Terbesar dalam Sejarah Pendampingan

Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Forum Musyawarah Masyarakat Adat (Fomma) Kayan Mentarang, Dolvina Damus memyampaikan pentingnya legalitas atas kawasan adat.

Baik pengakuan dari sekitar masyarakat adat maupun pengakuan hak kelola wilayah dari Negara.

Menurutnya, pengakuan hak kelola penting untuk mencegah timbulnya potensi konflik agraria khususnya sesama masyarakat.

"Sangat-sangat penting, khususnya pengakuan hak sesama masyarakat. Mencegah potensi konflik agraria, khususnya di wilayah Malinau," ujar Dolvina Damus kepada TribunKaltara.com, Kamis (9/9/2021).

Urgensi legalitas hak kelola wilayah dan hutan mengingat kultur masyarakat adat di Kabupaten Malinau yang dulunya hidup berpindah-pindah.

Menurutnya, pengukuhan hak kelola hutan dan wilayah perlu memperhatikan pemegang hak sah dari wilayah adat atau wilayah hutan.

Karena beberapa wilayah desa di Malinau berbentuk resettlement desa.

"Pengakuan hak kelola dari negara wajib meninjau legalitas pengelolaan wilayah. Siapa pemegang yang sah dari wilayah masyarakat adat. Sebab, bisa jadi niat baik ini berujung konflik agraria," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved