Breaking News:

Kabar Artis

Akui Sempat Dihubungi, Ernest Prakasa Pilih Blokir Nomor Ketua KPI Agung Suprio

“Mohon maaf bukan tidak mau bersilaturahmi, saya sudah tidak percaya apapun yang Anda bicarakan, jadi percuma,” kata Ernest Prakasa.

Penulis: Titik Wahyuningsih | Editor: Amiruddin
Kolase instagram @ernestprakasa dan @agung_suprio
Komika Ernest Prakasa (kiri) yang mengaku blokir nomor Ketua KPI Agung Suprio (kanan). 

TRIBUNKALTARA.COM – Komika Ernest Prakasa kembali bersuara perihal kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI Pusat.

Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, Ernest Prakasa mengungkapkan kekecewaannya terhadap penanganan kasus ini yang terkesan terlalu berbelit-belit.

Baca juga: Bebas dari Penjara, Saiful Jamil Tampil di Televisi, Ernest Prakasa Kesal, Tanya Keberadaan KPI

KPI HARUS BERTANGGUNGJAWAB! Berani betul mereka menyepelekan akal sehat rakyat.

Mempertontonkan akrobat kata-kata seolah punya itikad. Bila memang serius, BUKTIKAN!” tulis Ernest menyertai unggahannya, dikutip TribunKaltara pada Sabtu (11/9/2021).

Terlebih beredar kabar bahwa korban pelecehan seksual MS ditelepon salah satu komisaris KPI untuk meneken surat perdamaian dan mencabut laporannya.

Bahkan menurut informasi yang dibaca Ernest, korban dipertemukan dengan tim investigasi internal dari KPI serta terduga pelaku pelecehan, tanpa didampingi kuasa hukumya.

“Lu bayangin nggak lu korban pelecehan dipertemukan sama orang yang melecehkan lu dan lu ga boleh bawa pengacara nih, dan itu dilakukan oleh KPI,” terang Ernest Prakasa.

Unggahan Ernest Prakasa menyoal kabar perdamaian antara korban pelecehan seksual di KPI Pusat dengan terduga pelaku
Unggahan Ernest Prakasa menyoal kabar perdamaian antara korban pelecehan seksual di KPI Pusat dengan terduga pelaku (Instagram @ernestprakasa)

Kabar tersebut membuat sutradara film Imperfect ini berasumsi jika KPI seakan sengaja meredam kasus ini, alih-alih mengusutnya sampai tuntas.

“Jadi buat gua KPI sampai saat ini bukan terlihat seperti lembaga yang serius mengusut kasus, tapi sangat terlihat seperti lembaga yang berusaha meredam kasusnya tanpa peduli nasib, trauma korban,” lanjutnya.

“Menurut gua berita hari ini dan semua yang gua baca tadi memuakkan, menjijikkan dan buat gua kita gak bisa tinggal diam aja,” terang Ernest Prakasa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved