Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Siswa di Malinau Berhalangan Ikut Pembelajaran Tatap Muka, Sekolah Bakal Terapkan Metode Jemput Bola

Siswa di Malinau berhalangan ikuti Pembelajaran Tatap Muka atau PTM, sekolah di Malinau bakal terapkan metode jemput bola.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Pelaksanaan PTM terbatas 4 wilayah kecamatan Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu. (TribunKaltara.com / Mohammad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU – Siswa di Malinau berhalangan ikuti Pembelajaran Tatap Muka atau PTM, sekolah di Malinau bakal terapkan metode jemput bola.

Peserta didik di 4 kecamatan sekitar wilayah perkotaan Kabupaten Malinau telah menggelar pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas sejak 7 September 2021 lalu.

Baca juga: Vaksinasi Tembus Lebih 20 Ribu Penerima, Stok Vaksin Kembali Disalurkan ke Wilayah Pedalaman Malinau

Rekomendasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Malinau, PTM terbatas di 4 wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat dan Mentarang dilaksanakan per sesi.

Pantauan TribunKaltara.com, penerapan PTM di sekolah wilayah Malinau Kota mengadopsi 2 sesi pembelajaran secara bergiliran. Yakni sesi tatap muka dan sesi dalam jaringan atau Daring.

Bagi peserta didik yang bergejala gangguan kesehatan, terkonfirmasi atau kontak erat dengan pasien konfirmasi Covid-19 diwajibkan mengikuti pembelajaran jarak jauh atau PJJ.

“Sesuai pedoman Satgas, kalau ada peserta didik atau warga sekolah yang terkonfirmasi atau kontak erat, wajib PJJ. Karena kita, pihak sekolah tetap wajib mewadahi metode belajar online,” ujar Kepala Sekolah SMPN 1 Malinau Kota, Daud Impung.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Minggu 12 September 2021, Waspada Potensi Hujan Lebat di Malinau Malam Ini

Titik tumpu penyelenggaraan PTM Terbatas mengacu pada SDM, guru dan tenaga kependidikan di masing-masing sekolah. Sebab, keterbatasan sarana dan pra sarana pendidikan di Malinau yang masih terbatas.

Kendati berada di wilayah kota, masih banyak peserta didik yang masih terkendala jaringan mengikuti pembelajaran jarak jauh. Gangguan jaringan, dan sejumlah lokasi belum terjangkau akses PJJ.

“kalau siswanya berhalangan tatap muka, mereka ikut belajar online. Cuma yang jadi permasalahan, ada peserta didik yang berada di wilayah yang jangkauan internetnya minim,” katanya.

Berdasarkan keputusan rapat dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar, sekolah menerapkan metode jemput bola.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved