Berita Tarakan Terkini

Talkshow Tribun Kaltara: Masyarakat Sehat, Pelaku UMKM di Tarakan Bangkit: Ini Penjelasan Margiyono

Talkshow Tribun Kaltara Series: Masyarakat Sehat, Pelaku UMKM di Tarakan Bangkit digelar Kamis (9/9/2021) kemarin, hadir pakar ekonomi, Margiyono.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Dr. Margiyono, salah seorang pembicara dalam Talkshow Tribun Kaltara Series ikut membahas persoalan kondisi ekonomi di Kota Tarakan. 

Ia melanjutkan, poin kedua mengenai profil UMKM Tarakan, dijabarkanya, didominasi sektor jasa. Kemudian input industrinya didominasi non lokal, lalu ada potensi kebocorona ekonoinya tinggi. Lalu nilai tambahnya rendah, inovasinya menurun bahkan actor yang beralih menjadi pemborong proyek pemerintah.

Kalau dibandingkan modal pemerintah dan kredit perbankan, trennya terjadi peningkatan pada modal pemerintah lanjutnya. Itu terjadi sejak 2015-2016 walau terjadi fluktuasi. Persoalannya adalah penyerapan dana kredit dari perbankan mengalami penurunan.

“Dana perbankan dominan saat ini menurunkan bunga justru penyerapan dana kredit menurun. Ini menjadi persoalan,” bebernya.

Baca juga: Live Streaming Talkshow Virtual Tribun Kaltara: Masyarakat Sehat, Pelaku UMKM di Tarakan Bangkit

Sejak Juli 2016 lalu, bunga di angka 6 persen. Lalu di 2021 bunga turun 3,5 persen. Namun justru yang terjadi teorinya terjadi anomali. “Logikanya, ketika bunga bank menurun maka yang terjadi seharusnya peneyrapan kredit meningkat. Sebaliknya bunga bank menurun malah penyerapan kreditnya sektor usaha menurun,” bebernya.

Jika dipahami secara spesifik, bisa terjadi di sektor usaha, sektor real, atau kemungkinan dari sektor keuangan itu sendiri. Karena perbankan tidak mampu menekan bunga dihadapkan persolan internal. “Katakanlah saya menduga tingginya asset perbankan,asset gedung, perlekanpan kantor dan tenaga kerja menyerap biaya tinggi dan harus dibantu perbankan dan mengakibatkan perbankan tersandera oleh biaya yang mahal,” lanjutnya.

Karena secara teoritis, saat terjadi penetapan basis bunga menurun mestinya terjadi penurunan di sektor lain. Kemudian di sisi lainnya perbankan menghadapi gempuran dari pesaing apakah melalui koperasi simpan pinjam yang menawarkan proses mudah.

“Kalau saya petakan, bagaimana hubungan penyerapan kredit dengan pertumbuhan ekonomi, tahun 2016 penyerapan kredit kita mengalami kenaikan sampai di tahun 2018. Dan 2018 menuju 2019 meluncur menurun,” ujarnya.

Demikian juga pada pola pertumbuhan ekonomi sejak 2015 mengalami kenaikan dan puncak tertinggi di 2019. Dan di 2020 mengalami penurunan. Jika membaca data, yang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi itu bukan hanya belanja pemerintah melainkan juga dari sisi sektor perbankan.

“Terutama bagaimana kredit terserap dan harga kredit yang disalurkan. Ini adalah berkaitan aktivitas ekonomo dipengaruhi daya serap perbankan,” jelasnya.

Selanjutnya ia memaparkan pola ekonomi yang terjadi di Kota Tarakan, harus didorong bergerak apakah itu dari sisi berbagai macama pengintegrasian yang sudah dilakukan Pemkot Tarakan seperti marketplace salah satunya.

Baca juga: Menteri, Kadin dan Kepala Daerah Isi Talkshow pada Launching TribunBekasi.com & Tribuntangerang.com

“Namun saya berharap ke depan ada sebuah improvinsasi masyarakat dan industry bagaimana menjual merek, brand, produk di Tarakan,” ujarnya.

Katakanlah lanjutnya seperti brand terkenal seperti KFC, Coca Cola, Mc Donals. Ia menilai Tarakan bisa dan berpotensi. Ia mencontohkan kepiting Tarakan.

“Kedepan bisa meningkatkan nilai tambah dengan upaya upaya inovasi baru. Kita sudah punya universitas di sini, yang tentu bisa berkolaborasi,” harapnya.

Sehingga lanjutnya, ada strategi yang bisa dibeberkan olehnya di antaranya strategi dan social culture “institution”. Di sini lanjutnya harus ada segmentasi dan zonasisasi aktivitas perdagangan, kemudian pendampingan dan pelatihan, lalu prioritas dan SDM lokal serta akses permodalan yang mudah dan feasible.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved