Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Batal Berlayar ke Rusia, KRI Bima Suci Bawa 89 Taruna AL Berlabuh di Dermaga Posal Sebatik Nunukan

Batal berlayar ke Rusia, KRI Bima Suci bawa 89 Taruna AL berlabuh di Dermaga Posal Sebatik, Kabupaten Nunukan.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
HO/ Personel LANAL Nunukan, Dwi
KRI Bima Suci bawa 89 Taruna Akademi Angkatan Laut (AL) berlabuh di Dermaga Posal Sei Pancang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Senin (13/09/2021), pagi. (HO/ Personel LANAL Nunukan, Dwi). 

Untuk mengantisipasi sebaran kasus Covid-19 selama berlayar, Waluyo beberkan, pihaknya menyiapkan ruang isolasi Covid-19 di atas kapal.

Bahkan, ada ruangan yang disiapkan khusus menyimpan alat PCR portable.

"Ada ruangan yang dulu digunakan sebagai ruang rekreasi buat para Taruna, sekarang kita modifikasi sebagai ruang isolasi pasien Covid-19.
Dan kami punya alat PCR portable di atas kapal," tuturnya.

Dia berharap kepada putra maupun putri sebagai generasi muda di Indonesia, agar nantinya dapat bergabung dengan Angkatan Laut.

"Kami berharap kepada putra dan putri di Indonesia dapat mengabdikan diri kepada negara sebagai penjaga garda terdepan perairan Indonesia," ungkapnya.

Ditambahkan oleh Kepala Pelaksana Latihan (Palaklat) Kartika Jala Krida (KJK) Letkol Laut (P) Pungky Kurniawan, bahwa pelayaran kali ini KRI Bima Suci membawa sebanyak 89 Taruna Akademi AL, angkatan ke-68.

"Dari 89 Taruna Akademi AL itu, terdiri dari 12 Taruna wanita dan 77 Taruna pria. Mereka mengikuti latihan dengan sasaran dan tujuan utama yaitu melaksanakan pelayaran Navigasi Astronomi (DLN)," imbuh Pungky Kurniawan.

Baca juga: Dua Peserta Seleksi PPPK Guru Asal Krayan Kabupaten Nunukan Reaktif Covid-19, Begini Nasibnya

Lebih lanjut Pungky jelaskan, alasan ilmu Astronomi masi diberikan kepada para Taruna di era kemajuan teknologi.

"Kita boleh menerima kemajuan teknologi, tapi tidak boleh melupakan basic dari pelayaran Navigasi. Teknologi bisa lebih memudahkan, tapi kalau rusak, tidak bisa dipakai," pungkasnya.

Lanjut Pungky,"Bagaimana kita bisa menentukan posisi, apabila kita tidak punya peralatan Navigasi. Nah, inilah yang kami tanamkan pada Taruna. Bahkan kita bisa memanfaatkan benda angkasa untuk menentukan posisi," tutup Pungky.

Penulis: Febrianus Felis

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved