Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Gerombolan Kera Ekor Panjang Menyerbu Perumahan di Martapura, Warga Resah dan Terancam

Video viral gerombolan kera berekor panjang menyerbu kawasan perumahan di Martapura, Kalimantan Selatan hingga membuat resah warga setempat.

Editor: Sumarsono
Tangkapan layar instagram
Video viral gerombolan kera berekor panjang menyerbu kawasan perumahan di Martapura, Kalimantan Selatan hingga membuat resah warga. 

TRIBUNKALTARA.COM, MARTAPURA – Video viral gerombolan kera berekor panjang menyerbu kawasan perumahan di Martapura, Kalimantan Selatan hingga membuat resah warga setempat.

Warga yang tinggal di Perumahan Graha Anjung Mahatama , Desa Sungai Sipai, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) merasa terancam dan tidak tenang.

Nita Normala, warga di perumahan tersebut sempat merekam aksi gerombolan kera ekor Panjang atau dikenal warik menyerbu rumah warga.

Di video yang tersebar di media sosial terlihat koloni atau gerombolan warik itu berloncatan di atap rumah warga.

Baca juga: Banjir Rendam Ribuan Rumah di Kalimantan Selatan, Dharma Pertiwi Cabang Tarakan Salurkan Bantuan

Menurut Nita seperti dikutip dari Banjarmasinpost.co.id, aksi kera ekor panjang yang meresahkan warga tersebut sudah terjadi satu bulan ini.

Nita merekam gerombolan warik itu melintas sekitar pukul 10.00 hingga 16.00 Wita, selang satu jam sekali menaiki rumah warga.

"Tadi siang itu masih sedikit. Sebelum Jumat dan Sabtu lebih banyak. Setiap hari pasukan warik melintas rumah warga satu komplek. Wadidaau, penyok atap rumah," ujarnya.

Dikemukakan, sejak menghuni kawasan komplek itu pada 2017 sudah beberapa kali rombongan kera ekor panjang itu lewat.

Baca juga: Gegara Monyet Listrik Padam, Manager PLN UP3 Tarakan Suparje Wardiyono Beber Wilayah Terdampak

"Saya berharap pemerintah bisa membantu menanggulangi  penyebaran warik di sini... atau bisa memindah habitatnya ke tempat lain," katanya.

Kepala UPT Damkar dan Penyelamatan pada Satpol PP dan Damkar Kabupaten Banjar, Gusti Yudhi saat dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id mengaku sudah menurunkan anggota mengecek informasi warga tersebut.

Menurutnya, kawasan komplek yang dihuni warga merupakan perlintasan kawanan kera, karena di dekat komplek tersebut masih ada semak belukar dan makanan kawanan kera.

Gusti Yudhi menyatakan sudah koordinasi dengan BKSDA Kalsel dan Dinas Pertanian untuk mencari solusi agar gerombolan kera tersebut tidak mengganggu warga di kompleks lagi.

“Kami juga mengimbau kepada para penghuni komplek agar tidak memberikan makanan, dan terpancing dengan provokasi kawanan kera yang kerap menghamburkan sampah di lingkungan tersebut,” tandasnya. (mukhtar wahid)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved