Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Tekanan Inflasi Turun karena Pasokan Terjaga, Bawang Merah Masih Ikut Sumbang di Angka 0,04 Persen

Tekanan inflasi turun karena pasokan terjaga, bawang merah masih ikut sumbang di angka 0,04 persen.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Komoditas bawang merah masih menjadi penyumbang terjadinya inflasi. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Agustus 3032, Kaltara mengalami deflasi 0,37 persen. Ini disebabkan kedua kota, salah satunya Kota Tarakan menjadi pantauan IHK.

Kota Tarakan mengalami deflasi 0,37 persen dan Kota Tanjung Selor dengan deflasi 0,41 persen. Ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara, Tedy Arief Budiman.

Baca juga: Potensi PAD Bagi Tarakan, Rusus di Kelurahan Juata Permai Belum Dihibahkan Kementerian Perumahan

Kondisi deflasi ini dilanjutkan Tedy, didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat mengalami penurunan menjadi deflasi 0,82 persen dibanding Juli 2021 yang mengalami inflasi sebesar 0,11 persen.

Lebih lanjut diungkapkannya, turunnya tekanan inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau terutama disebabkan oleh terjaganya pasokan bahan makanan dari daerah pemasok, di tengah masih relatif tertahannya demand masyarakat seiring dengan masih berlangsungnya kebijakan PPKM di Kaltara.

Selain kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok transportasi juga mengalami deflasi 1,53 persen lebih dalam dibanding bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,93 persen.

Berdasarkan perkembangan tersebut, inflasi tahunan Provinsi Kaltara pada periode Agustus 2021 sebesar 0,94 persen atau masih berada di bawah kisaran sasaran inflasi 3,0 persen.

Baca juga: Kini Tercatat Pegawai Pemkot Tarakan 2.943 Orang, Sekkot Hamid: Ada yang Pindah Tugas & Pensiun

Tiga komoditas yang memberikan andil deflasi bulanan dari kelompok makanan, minuman dan tembakau antara lain, daging ayam ras di angka -0,10 persen, tomat -0,04 persen dan bayam 0,02 persen.

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil inflasi bulanan terbesar yaitu bawang merah 0,04 persen dan ikan bandeng 0,03 persen.

Tekanan inflasi Agustus 2021 untuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal ini, disebabkan oleh relatif terjaganya pasokan dari daerah penghasil, di tengah belum kuatnya demand masyarakat seiring masih berlanjutnya kebijakan PPKM Level 4.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved