Berita Nunukan Terkini
Bantu Pulihkan Ekonomi Masyarakat, Bandara Nunukan Wujudkan Program Padat Karya, 12 Pekerja Direkrut
Bantu pulihkan ekonomi masyarakat, Bandara Nunukan wujudkan program padat karya, 12 pekerja direkrut.
Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Bantu pulihkan ekonomi masyarakat, Bandara Nunukan wujudkan program padat karya, 12 pekerja direkrut.
Dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus meminimalisir angka pengangguran di Nunukan, Bandar Udara Nunukan wujudkan program padat karya tahap II, Rabu (15/09/2021).
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Nunukan, Agus Priyatmono, mengatakan program padat karya yang dibuka secara resmi pagi tadi, merupakan program Kementerian Perhubungan yang sudah dilakukan tahap ke-II tahun 2021 ini.
Baca juga: Presiden Jokowi Putuskan PNS Bolos akan Dipotong Tunjangan hingga Dipecat, Ini Reaksi BKPSDM Nunukan
Agus mengaku, total anggaran untuk program pemilihan ekonomi nasional itu sebesar Rp240 juta.
Program padat karya tahap pertama sudah dilaksanakan Bandar Udara Nunukan pada Maret-April 2021 dengan anggaran sebesar Rp162.200.000. Sementara pada tahap kedua mulai September-Oktober 2021 sebesar Rp77.500.000.
"Program padat karya tahun 2021 ini sudah dilakukan tahap ke-II. Sumber dananya itu berasal dari DIPA APBN Bandar Udara Nunukan tahun 2021," kata Agus Priyatmono kepada TribunKaltara.com, seusai membuka secara resmi program padat karya tahap II di belakang Kantor Bandar Udara Nunukan, pukul 15.00 Wita.
Lanjut Agus Priyatmono,"Pak Presiden RI sudah memerintahkan program padat karya ini diwujudkan. Apalagi Menteri Perhubungan juga mengeluarkan Permenhub nomor PM 70 tahun 2021 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Padat Karya di Lingkungan Kementerian Perhubungan," tambah Agus.
Baca juga: Info CPNS Kaltara, Seorang Pelamar PPPK Guru di Nunukan Meninggal Dunia, 6 Peserta Positif Covid-19
Dalam program padat karya itu, Kantor UPBU Nunukan merekrut 12 orang pekerja yang tinggal di sekitar wilayah Bandar Udara Nunukan.
Untuk memudahkan dalam perekrutan pekerja, Kantor UPBU Nunukan bekerja sama dengan RT dan kelurahan dalam hal dukungan data pekerja.
"Masyarakat yang kami rekrut untuk sukseskan program ini yakni mereka yang menganggur, setengah menganggur dan tergolong miskin di sekitar bandara udara Nunukan. Kebetulan mereka semua dari Kelurahan Nunukan Selatan. Dan mereka harus punya KTP," ucapnya.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat, penduduk marginal, atau miskin yang berusia produktif dalam rangka mengurangi pengangguran dan kemiskinan.
Termasuk pula meningkatkan pendapatan serta daya beli masyarakat di tengah wabah Covid-19.
"Kegiatan yang dilaksanakan untuk program padat karya tahap II ini, bersifat tidak komplek atau tidak memerlukan tingkat keahlian. Ini hanya untuk pekerja kasar. Selama 35 hari ini mereka akan membersihkan drainase landasan pacu dan pemotongan rumput semak daerah sisi udara. Termasuk bersihkan parit dan mengecat," ujarnya.
Baca juga: Penumpang Speedboat di Pelabuhan Liem Hie Djung Menurun, Catat Jadwal Rute Nunukan-Tarakan Hari Ini
Mengenai sistem pengupahan mereka yakni sesuai standar upah minimum pekerja buruh kasar di Nunukan.
"Mereka mulai bekerja dari pukul 08.00-16.00 Wita. Upah yang diberikan sebesar Rp125 ribu per hari. Nanti gajinya dibuktikan dengan absensi. Fasilitas yang diberikan kami yakni rompi, alat kerja dan konsumsi. Sepatu dan sebagainya mereka sendiri siapkan," tuturnya.
Dalam pelaksanaan kerja di lapangan kata Agus, tetap dilakukan dengan perencanaan yang jelas, pengawasan, dan monitoring.
Penulis: Febrianus Felis
Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com
Follow Twitter TribunKaltara.com
Follow Instagram tribun_kaltara
Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/agus-priyatmono-membuka-secara-resmi-program-padat-karya.jpg)