Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Kepala SMPN 2 Malinau Kota Sebut 95 Persen Siswa Bersedia Divaksin, Sisanya Masih Khawatir KIPI

Kepala SMP Negeri 2 Malinau Kota, Mekhendri mengatakan sebelum pelaksanaan, pihaknya telah mengadakan rapat dengan orang tua siswa. 95 persen bersedia

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Vaksinasi peserta didik di SMPN 2 Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (16/9/2021). 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Vaksinasi peserta didik saat ini sedang digalakkan untuk keberlanjuran pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas.

Di Kabupaten Malinau, PTM di sekolah telah dilaksanakan sejak 7 September 2021. Kegiatan pembelajaran dibagi ber sesi, sesi tatap muka dan pembelajaran jarak jauh.

Setelah sebelumnya vaksinasi diperuntukkan bagi tenaga pendidik dan kependidikan, Saat ini vaksinasi peserta didik digiatkan di masing-masing satuan pendidikan.

Baca juga: PTM Dilaksanakan Mulai Pekan Lalu, Vaksinasi Peserta Didik Malinau Mulai Didistribusikan ke Sekolah

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Malinau Kota, Mekhendri mengatakan sebelum pelaksanaan, pihaknya telah mengadakan rapat bersama orang tua siswa.

Hasilnya sekira 95 persen peserta didik bersedia divaksin Sinovac dari kesepakatan bersama orang tua atau wali siswa.

Baca juga: PTM Tingkat SMP di Tana Tidung Belum Dilakukan, Jafar Sidik: Tunggu Vaksnasi Covid 19 Dosis Kedua 

"Sebelumnya ada rapat dan kita sudah surati. Kalau di sekolah kami, hampir semua bersedia untuk divaksin. Kurang lebih 95 persen," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Kamis (16/9/2021).

Berdasarkan Data SMPN 2 Malinau Kota, jumlah keseluruhan peserta didik di satuan pendidukan tersebut berjumlah 441 siswa.

Vaksinasi peserta didik di SMPN 2 Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (16/9/2021).
Vaksinasi peserta didik di SMPN 2 Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (16/9/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Menurutnya sebagian dari orang tua yang belum bersedia dikarenakan sejumlah kendala, mulai dari kekhawatiran kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI hingga riwayat kontak erat dan kesehatan anak.

"Ada sebagian yang belum bersedia. Ada yang khawatir efek setelah vaksinasi, ada yang baru sembuh sesudah terkonfirmasi Covid-19, ada juga yang punya penyakit penyerta. Kami sudah upayakan sosialisasi mulai ke siswa hingga orang tua," katanya.

Orang tua Peserta Didik, Marleni menyampaikan saat ini dirinya belum bersedia putranya disuntik vaksin Covid-19.

Dikarenakan kondisi fisik, dan khawatir jika dipaksakan akan berdampak buruk untuk keselamatan jiwa putranya.

Baca juga: Kadisdik Tana Tidung Jafar Sidik Sebut, Baru Sekolah Dasar yang Mulai Laksanakan PTM, Ini Alasannya

"Nanti kalau kondisinya sehat, mungkin baru bisa. Saat ini masih takut-takut, karena fisiknya lemah. Waktu kecil ada penyakitnya, agak sulit bernafas," ucapnya.

Marleni menerangkan dirinya tetap bersedia putranya divaksin, menunggu kondisi kesehatannya membaik. Dirinya berharap PTM terbatas dapat terus dilanjutkan.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved