Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Lolos Seleksi PPPK Guru di Tarakan, Shandra Gultom Belajar Pagi dan Malam, Kuasai Materi Pedagogik

Shandra Sari Gultom, salah seorang peserta seleksi PPPK guru yang berhasil lolos passing grade dalam uji kompetensi tahap I asal Kota Tarakan.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Shandra Sari Gultom, salah seorang peserta seleksi PPPK guru yang berhasil lolos passing grade dalam uji kompetensi tahap I asal Kota Tarakan 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Shandra Sari Gultom, salah seorang peserta seleksi PPPK guru yang berhasil lolos passing grade dalam uji kompetensi tahap I asal Kota Tarakan.

Shandra mengakui, meski materi yang dipelajari tak semua muncul dalam soal ujian, ia optimis bisa lolos. Diakuinya memang ada pertanyaan yang melenceng dari materi yang dipelajari.

“Namanya soal kan tidak bisa diprediksi. Saya coba tenang, berdoa, berharap bisa menjawab semuanya,”ujarnya.

Baca juga: Jangan Khawatir Tak Lulus Seleksi Uji Kompetensi Pertama, Peserta PPPK Guru Diberikan 3 Kesempatan

Ia melanjutkan, berkat keyakinannya untuk bisa mengerjakan soal-soal tersebut, akhirnya tak sia-sia. Ia berhasil meraih perolehan nilai di angka 407 poin atau melebihi passing grade. Dimana passing grade khusus maple Agama adalah 325.

“Puji Tuhan, memang untuk teknisnya saya belajar tentang professional guru (PPG). Yang keluar di luar dari dugaan saya,” ungkap Shandra Sari Gultom.

Baca juga: Satu Peserta dari Luar Tarakan Terpaksa Ikut Ujian PPPK Guru Susulan, Begini Alasannya 

Ia menambahkan, meski demikian, ia masih bisa mengerjakan soal secara keseluruhan. Sebelumnya ia mengakui memang sudah menjadi guru agama Kristen di SMKN 2 Tarakan.

“Memang seminggu ini saya belajarnya bagi waktu. Terutama kompetensi teknisnya sebenarnya saya pelajari soal-soal PPG itu. Saya browsing setiap pagi,” ujarnya.

Pelaksanaan uji kompetensi tahap 1 seleksi penerimaan ASN PPPK guru di SMKN 2 Tarakan.
Pelaksanaan uji kompetensi tahap 1 seleksi penerimaan ASN PPPK guru di SMKN 2 Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Ia memang selama ini menjadi tenaga pengajar mata pelajaran Agama Kristen. Ia mengakui sudah 11 tahun mengabdi di SMKN 2 Tarakan.

“Saya honor dari awal. Status masih honorer. Saya optimis harus bisa. Karena kegagalan pertama dan kedua saya akui karena kurang belajar,” jelasnya.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Seleksi Kompetensi PPPK Guru 2021, Simak Cara Cek di gurupppk.kemdikbud.go.id

Ia mengakui, sebelumnya sudah pernah mencoba mendaftarkan diri mengikuti seleksi CPNS dan dua kali selalu gagal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved