Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Varian MU Nihil, Bupati Bulungan Waspadai Pergerakan Masyarakat yang Baru Datang: Ini Jadi Ancaman

Bupati Bulungan Syarwani,mengungkapkan kepada awak media bahwa varian covid-19 jenis MU SARS-CoV-2 tidak ditemukan, namun tetap menjadi ancaman.

TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Bupati Bulungan saat sidak persiapan tes CPNS di ruangan CAT sekitar Lingkungan Kantor Bupati Senin (20/09/2021). 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Bupati Bulungan Syarwani, mengungkapkan kepada awak media bahwa varian covid-19 jenis MU SARS-CoV-2 tidak ditemukan, namun tetap menjadi ancaman.

"Ini menjadi ancaman, salah satunya cara dan satu-satunya adalah, prokes ketat, terbukti menekan memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 dan kembali berpulang kepada kedisiplinan kita," tegasnya Senin (20/09/2021).

"Varian baru ini tetap menjadi kewaspadaan kita semua ya, termasuk upaya pencegahan, melalui kegiatan penyuluhan di Tingkat PPKM, Desa, mewaspadai pergerakan masyarakat yang baru datang, dengan tetap pengawasan," kata Syarwani.

Baca juga: Bupati Tana Tidung Pantau Vaksinasi Bagi Pelajar di Sesayap Hilir, Singgung Kasus Covid-19 Menurun

Syarwani, tegaskan bahwa jangan hanya ada varian baru virus SARS CoV 2, baru mulai meningkatkan penanganan covid, tapi tetap mulai saat ini, sejak sedini mungkin bisa terjaga dengan pola hidup sehat.

"Sampai hari ini dari teman-teman nakes tidak adanya varian baru virus SARS CoV 2
kita harus tetap melakukan pengawasan, dan kita doakan bersama, aman semua dan kita bisa memutuskan mata rantai penyebaran ini," harapnya.

Baca juga: Menangani Kasus Covid-19, MUI Kaltara Imbau Ustaz Kampanyekan Protokol Kesehatan ke Masyarakat

Lebih lanjut, Syarwani juga menyebutkan tes CPNS yang sedang berlangsung di lingkungan Kantor Bupati, menjadi percontohan prokes ketat, tak terkecuali layanan tes antigen, harus melakukannya secara mandiri.

"Seperti teman-teman tanyakan, untuk tes antigen, kita berikan laksanakan secara mandiri, dan penetapannya, bisa di fasilitasi melalui klinik maupun ke dinas kesehatan jadi tidak terikat," ucapnya.

Bupati Bulungan saat sidak persiapan tes CPNS di ruangan CAT sekitar Lingkungan Kantor Bupati Senin (20/09/2021).
Bupati Bulungan saat sidak persiapan tes CPNS di ruangan CAT sekitar Lingkungan Kantor Bupati Senin (20/09/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI)

Sementara itu, Syarwani mengungkapkan memang berbeda untuk tes CPNS Tingkat Kabupaten dengan Provinsi terkait kebijakan bentuk regulasi yang ada.

"Memang kalau PPPK Provinsi itu, memang ada aturan regulasi yang memang, di fasilitas, tapi kalau umum, ya mohon maaf, ini ada seribuan lebih untuk peserta Bulungan," terangnya.

Baca juga: Tak Lolos Tes CPNS, Bupati Bulungan Syarwani Ajak Peserta Jadi Pelaku Industri Kreatif

Lebih lanjut, Syarwani saat ditanya, apakah ada kerjasama seperti layanan kesehatan seperti di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltara dengan klinik untuk layanan swab, pihaknya punya jawaban tersendiri.

"Kalau penempatannya itu bisa di fasilitasi, yang penting itu bahwa bisa dilaksanakan antigen, dan dinyatakan negatif, berbentuk surat resmi," tutupnya.

(*)

Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved