Perbatasan RI Malaysia

Pastikan Nunukan Siap Tangani Kepulangan PMI Bermasalah, Kemenko PMK Kunjungi Perbatasan RI-Malaysia

Rombongan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bertandang ke Nunukan.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Rombongan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), meninjau Rusunawa Nunukan, Selasa (28/09/2021), siang. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Rombongan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bertandang ke Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (28/09/2021), siang.

Kedatangan rombongan Kemenko PMK di Nunukan, diwakili oleh Deputi Bidang Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda, (PKAPP) Fenny Eka Kartika Putri.

Baca juga: Postif Covid-19, Tujuh PMI Malaysia Belum Pulang ke Indonesia, Emir: Informasi Masih Karantina

Tak hanya itu, kunjungan lapangan ke perbatasan RI-Malaysia itu, juga dihadiri oleh beberapa pejabat di lingkungan kementerian.

Seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Sosial, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dari pantauan TribunKaltara.com, seusai melakukan rapat koordinasi di Kantor Bupati Nunukan, rombongan Kemenko PMK itu langsung meninjau Rusunawa Nunukan dan didampingi oleh Sekda Nunukan serta instansi terkait lainnya.

Sekaligus juga, menggali informasi langsung dari 16 WNI yang beberapa waktu lalu kembali ke Indonesia melalui jalur 'tikus' alias ilegal.

Saat dimintai keterangannya, Fenny Eka Kartika Putri, mengatakan pihaknya mendapat mandat dari DPR RI untuk dapat mengkoordinasikan penanganan kepulangan sebanyak 7.200 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) deportan dari Malaysia.

"Kami melakukan kunjungan lapangan ke Nunukan untuk mengkoordinasikan pemulangan PMI Bermasalah.

Kepulangan PMIB telah dan akan dilakukan secara bertahap," kata Fenny Eka Kartika Putri, pukul 19.00 Wita.

Lanjut Fenny, untuk periode Oktober-Desember 2021, rencana pemulangan PMIB deportan dari Malaysia melalui jalur laut Tawau-Nunukan diperkirakan 562 orang.

Kunjungan ke Nunukan kata Fenny, sejalan dengan Keputusan Ketua Satgas Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang Pintu Masuk, Tempat Karantina, dan Kewajiban RT-PCR Bagi WNI Pelaku Perjalanan Internasional.

"Nunukan ini merupakan salah satu jalur laut yang sudah ditetapkan oleh Ketua Satgas Covid-19 sebagai pintu kedatangan WNI yang akan pulang dari Malaysia, lewat jalur laut.

Sehingga kami harus memastikan Nunukan betul-betul siap untuk menerima kepulangan PMI Bermasalah maupun WNI," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam masa pandemi Covid-19 ini, hanya dibuka enam pintu masuk kedatangan luar negeri ke Indonesia masing-masing dua titik melalui udara, laut dan darat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved